Malaysia Ngebet Gabung BRICS, China Terang-terangan Beri Dukungan
Kamis, 01 Agustus 2024 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini BRICS memiliki 10 anggota dan sekitar 30 negara lainnya, termasuk Thailand sudah menyatakan minta untuk bergabung.
Peneliti dari Chinese think tank Pangoal Institution, Xu Qinduo mengutarakan, Malaysia dan Thailand tidak mungkin bergabung dalam waktu dekat, merujuk pada komentar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov bahwa blok itu telah memutuskan untuk "mengambil jeda" untuk menerima anggota baru.
Namun, Xu juga mengatakan, bahwa bergabungnya Malaysia "bisa menjadi nilai tambah".
"China mendukung masuknya Malaysia karena melihat ekspansi grup sejalan dengan sistem multipolar. Sebagai salah satu pendiri BRICS, China memainkan peran kunci dalam (kemajuan) calon keanggotaan Malaysia. Peran yang sama pentingnya dengan Rusia - jika mengingat ukuran ekonominya," tambah Xu.
"Dari segi ekonomi, keanggotaan BRICS membuka peluang perdagangan dan akses pasar yang lebih baik untuk Malaysia. Secara politik, menjadi anggota BRICS membuat Malaysia bisa berbagi keprihatinan tentang Barat, khususnya dukungan AS terhadap Israel dalam konflik dengan Palestina yang masih berlangsung," terangnya.
Peneliti dari Chinese think tank Pangoal Institution, Xu Qinduo mengutarakan, Malaysia dan Thailand tidak mungkin bergabung dalam waktu dekat, merujuk pada komentar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov bahwa blok itu telah memutuskan untuk "mengambil jeda" untuk menerima anggota baru.
Namun, Xu juga mengatakan, bahwa bergabungnya Malaysia "bisa menjadi nilai tambah".
"China mendukung masuknya Malaysia karena melihat ekspansi grup sejalan dengan sistem multipolar. Sebagai salah satu pendiri BRICS, China memainkan peran kunci dalam (kemajuan) calon keanggotaan Malaysia. Peran yang sama pentingnya dengan Rusia - jika mengingat ukuran ekonominya," tambah Xu.
"Dari segi ekonomi, keanggotaan BRICS membuka peluang perdagangan dan akses pasar yang lebih baik untuk Malaysia. Secara politik, menjadi anggota BRICS membuat Malaysia bisa berbagi keprihatinan tentang Barat, khususnya dukungan AS terhadap Israel dalam konflik dengan Palestina yang masih berlangsung," terangnya.
(akr)
Lihat Juga :