Ini Biaya-biaya yang Disisipkan Bikin Harga Tiket Pesawat Mahal

Rabu, 07 Agustus 2024 - 15:14 WIB
loading...
Ini Biaya-biaya yang...
Ini biaya-biaya yang dibebankan ke penumpang sehingga harga tiket pesawat mahal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga tiket pesawat di Indonesia menjadi yang termahal di Asia Tenggara dan nomor dua di dunia. Tingginya harga tiket pesawat itu disebabkan banyaknya pungutan biaya yang disisipkan pada tiket penumpang.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan mahalnya harga tiket pesawat berasal dari biaya-biaya yang tinggi dari operasional maupun operasional. Hal ini mesti dikurangi agar mendapat margin dari biaya operasional.

Baca Juga : Kemenhub Usul Harga Tiket Pesawat Diturunkan, Begini Respons Bos Garuda Indonesia

"Saat ini biaya-biaya penerbangan sangat tinggi, melebihi tarif tiket yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 2019. Akibatnya maskapai rugi dan mengoperasikan penerbangan untuk sekedar dapat hidup dan tidak dapat mengembangkan usahanya," ujar Denon

Berikut penyebab harga tiket pesawat mahal yang berasal dari biaya operasional maupun non operasional di industri penerbangan indonesia.

1. Harga Avtur yang Tinggi.

Biaya tinggi dari operasional penerbangan misalnya adalah harga avtur yang lebih tinggi dibanding negara tetangga. Hal ini disebabkan oleh nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar. Dalam hal ini, industri penerbangan indonesia harus membayar avtur dengan mata uang dolar. Hal ini membuat biaya avtur itu mahal.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya antrian pesawat baik di darat untuk terbang dan di udara untuk mendarat. Hal itu menyebabkan penggunaan bahan bakar jadi boros.

Baca Juga : Kabar Gembira! Hasil Kajian Kemenhub: Harga Tiket Pesawat Bakal Turun

2. Biaya Layanan Kebandarudaraan.

Para penumpang tidak mengetahui bahwa dalam harga tiket pesawat dimasukan biaya layanan kebandarudaraan (Passenger Service Charge/ PSC). Biaya PSC itu bukan untuk maskapai penerbangan tetapi untuk pengelola bandara.Hal ini tentu membuat harga tiket pesawat dibebani biaya tersebut.

3. Biaya Layanan Navigasi.

Dalam industri penerbangan ada biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan (PJNP). Biaya ini juga masuk dalam harga tiket pesawat. Navigasi penerbangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem keselamatan operasional penerbangan. Tanpa navigasi yang baik, penerbangan sebuah pesawat sangat berbahaya, apalagi dalam kondisi banyak pesawat yang terbang bersamaan.

4. Biaya non Operasional.

Biaya tinggi dari non operasional berasal dari berbagai pajak dan bea masuk yang diterapkan secara berganda. misalnya saja pajak untuk avtur, pajak dan bea untuk pesawat dan sparepart seperti bea masuk, PPh impor, PPN dan PPN BM spare parts, sampai dengan PPN untuk tiket pesawat.

5. Biaya Komponen Pesawat.

Saat ini biaya komponen pesawat juga menjadi pengeluaran terbesar dari maskapai penerbangan. Sebab komponen pesawat saat ini masih banyak yang didatangkan dari impor. Terutama pada beberapa item yang saat ini masih dibeli dari impor menggunakan dollar, sehingga pelemahan nilai tukar membuat maskapai harus menyiapkan lebih banyak rupiah.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Pemerintah Awasi Fuel Surcharge, Jangan Sampai Tiket Pesawat Makin Mahal
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved