Jaga Dapur Tetap Ngebul, Bos PLN Bidik Pendapatan Rp391,6 T di 2021
Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Langkah berikut, kata dia, menurunkan biaya energi primer dengan mengoperasikan pembangkit energi baru dan terbarukan seperti biofuel dan solar panel di daerah terpencil. Serta, mengupayakan pemberlakuan DMO batu bara dan gas dalam rangka menjamin kepastian biaya dan pasokan energi primer.
Lebih lanjut, Zulkifli juga menyebut progres pembangunan listrik 35.000 megawatt (MW) sudah beroperasi efektif sebanyak 23,6%. Bahkan, pengerjaannya sudah tersambung secara keseluruhan telah yang mencapai 78,4%.
"Artinya sudah lebih dari 3/4 dari program tersebut dimulai pembangunan fisiknya. Sementara yang sudah benar-benar beroperasi adalah sebesar 23,6%," kata dia. (Baca juga: Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM dan Elpiji di Jateng saat Long Weekend )
Program pengadaan listrik 35.000 MW, lanjut dia, sebagian besar mengandalkan bahan bakar batu bara. Untuk itu, perusahaan pelat merah tersebut membutuhkan harga batu bara yang kompetitif untuk penyediaan listrik.
Program itu sendiri yang sebagian berbasis bahan bakar batu bara akan meningkatkan PLTU Indonesia, di mana setiap tahun masa produksi pembangkit listrik adalah 30-40 tahun sehingga perlu dipastikan kesediaan batubara dengan harga terjangkau dan jumlah yang memadai.
Lebih lanjut, Zulkifli juga menyebut progres pembangunan listrik 35.000 megawatt (MW) sudah beroperasi efektif sebanyak 23,6%. Bahkan, pengerjaannya sudah tersambung secara keseluruhan telah yang mencapai 78,4%.
"Artinya sudah lebih dari 3/4 dari program tersebut dimulai pembangunan fisiknya. Sementara yang sudah benar-benar beroperasi adalah sebesar 23,6%," kata dia. (Baca juga: Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM dan Elpiji di Jateng saat Long Weekend )
Program pengadaan listrik 35.000 MW, lanjut dia, sebagian besar mengandalkan bahan bakar batu bara. Untuk itu, perusahaan pelat merah tersebut membutuhkan harga batu bara yang kompetitif untuk penyediaan listrik.
Program itu sendiri yang sebagian berbasis bahan bakar batu bara akan meningkatkan PLTU Indonesia, di mana setiap tahun masa produksi pembangkit listrik adalah 30-40 tahun sehingga perlu dipastikan kesediaan batubara dengan harga terjangkau dan jumlah yang memadai.
(ind)
Lihat Juga :