Whoosh Masih Pakai Masinis China, Transfer Knowledge Dimulai

Senin, 12 Agustus 2024 - 18:17 WIB
loading...
Whoosh Masih Pakai Masinis...
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan masinis Indonesia dapat mengoperasikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh dengan kecepatan 350 km/jam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan, masinis Indonesia dapat mengoperasikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh dengan kecepatan 350 km/jam. Sebelumnya, masinis Indonesia hanya melakukan pendampingan terhadap masinis asal China.

VP Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, para masinis sepenuhnya mengoperasikan Kereta Cepat Whoosh pada kondisi tanpa penumpang dengan didampingi para pengajar.

Baca Juga: Harga Tiket Kereta Cepat Whoosh Diskon 17%, Begini Syarat dan Ketentuannya

Menurutnya, hal tersebut membuktikan keberhasilan transfer pengetahuan (knowledge) berjalan baik sesuai dengan yang diharapkan. Termasuk kesiapan Indonesia mengelola dan mengoperasikan teknologi kereta cepat secara mandiri.

“Momen ini merupakan kado special bagi Bangsa Indonesia yang akan merayakan HUT RI ke-79, dimana SDM Indonesia di bidang perkeretaapian berhasil melakukan kemajuan signifikan dalam pengembangan kemampuannya,” ujar Anne, Senin (12/8/2024).

Whoosh Masih Pakai Masinis China, Transfer Knowledge Dimulai


Baca Juga: Hingga 2026, KCIC Masih Pakai Tenaga Kerja dari China

“Milestone ini merupakan bukti akan berjalannya proses alih pengetahuan dari tenaga profesional Tiongkok kepada para SDM Indonesia berjalan dengan baik dan lancar,” paparnya.

Sebanyak 39 dari 72 masinis Indonesia yang diperbantukan dari KAI sudah memasuki tahap dua dari proses on job training. Pada tahap pertama, masinis Indonesia melakukan observasi proses kerja masinis profesional.

Memasuki tahap dua, masinis Indonesia mulai mengoperasikan Whoosh pada saat langsir di Depo Tegalluar, kereta konfirmasi atau kereta yang beroperasi sebelum jam perjalanan pertama dari Halim-Tegalluar pp, dan kereta inspeksi atau Comprehensive Inspection Train (CIT) Halim-Tegalluar pp dengan kecepatan 350 km/jam.

Whoosh Masih Pakai Masinis China, Transfer Knowledge Dimulai


Sebelum memasuki tahap tiga atau mengemudikan kereta berpenumpang dengan pendampingan, para masinis Indonesia masih harus melakukan ujian sebagai bukti kecakapan bahwa dirinya sudah mampu menerapkan berbagai SOP operasi dan penanganan Whoosh dalam kondisi darurat.

Selain pencapaian para masinis Indonesia, kini 40 dari 78 petugas perawatan Whoosh juga telah mulai melakukan on job training tahap tiga. Setelah sebelumnya melalui proses tahap satu melakukan observasi dan tahap dua membantu proses perawatan pada sarana Whoosh setiap harinya.

Adapun tahap riga pada on job training, proses perawatan yang dilakukan sudah mulai berjalan secara mandiri dengan pengawasan.

“Pencapaian ini merupakan bukti nyata dari komitmen KAI melalui KCIC dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia, sekaligus terus berupaya mewujudkan keberhasilan proyek kereta cepat Whoosh di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan kereta cepat yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Anne.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Whoosh Tembus 53.000
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Whoosh Jadi Favorit...
Whoosh Jadi Favorit Turis Asing: Layani 184 Ribu WNA Sepanjang 2026, Malaysia Terbanyak
Sambut Libur Panjang,...
Sambut Libur Panjang, Whoosh Beri Diskon Rombongan hingga 20 Persen
Rekomendasi
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved