Sinyal Baru Pelemahan Ekonomi China Masih Terlihat

Kamis, 15 Agustus 2024 - 13:11 WIB
loading...
A A A
"Konsensus pasar akan bergerak ke sisi kiri dari target pertumbuhan 'sekitar 5%', karena ekonomi melambat pada bulan Juli dan rencana kuat untuk mendukung ekonomi tampaknya hilang," kata Xu Tianchen, ekonom senior di Economist Intelligence Unit.

Diproyeksikan juga olehnya bahwa ekonomi China akan tumbuh pada posisi 4,7%, yang sudah diramalkan sejak Maret. Pada hari ini Kamis (15/8/2024), China dijadwalkan bakal merilis serangkaian data aktivitas ekonomi.

Ekonom yang disurvei oleh jajak pendapat Reuters memperkirakan, bahwa penjualan ritel tumbuh 2,6% year-on-year bulan lalu, versus 2,0% pada bulan Juni. Sedangkan output industri diperkirakan tumbuh lebih lambat dan investasi cenderung bergerak mendatar.

Para pejabat juga akan merilis data terbaru tentang harga rumah. Data kredit minggu ini menunjukkan pinjaman rumah tangga, sebagian besar hipotek, berkontraksi 210 miliar yuan (USD29,37 miliar) pada bulan Juli, dibandingkan dengan kenaikan USD570,9 miliar di Juni.

Salah satu alasan utama orang China tidak berbelanja, karena 70% kekayaan rumah tangga disimpan di real estate, sektor yang telah lama menjadi pendorong pertumbuhan.

Ekspor

Salah satu dari sedikit titik terang tahun ini yakni ekspor sejauh ini gagal memicu pemulihan ekonomi yang lebih luas. Paling tidak karena produsen harus memangkas harga untuk menemukan pembeli di luar negeri di tengah melemahnya permintaan domestik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekomendasi
Marc Marquez Dominan...
Marc Marquez Dominan di Sprint Race MotoGP Hungaria, Veda Ega Start dari Baris Ketiga Moto3
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved