Potensi Melimpah, Wamendag Dorong Ekspor Pangan Dikembangkan
Selasa, 25 Agustus 2020 - 18:04 WIB
loading...
Potensi pangan melimpah yang dimiliki Indonesia dinilai sangat mampu dikembangkan untuk menjadi andalan ekspor. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan bahwa potensi ekspor pangan Indonesia sangat melimpah. Karena itu, potensi tersebut harus dikembangkan.
"Sangat banyak sekali jenis bahan pangan yang kita hasilkan. Semuanya bisa saja diekspor. Jadi bukan hanya terbatas pada mie instan, kakao atau kopi, tetapi semua produk pangan bisa saja diekspor," kata Jerry lewat siaran pers, Selasa (25/8/2020).
Hal ini dikatakannya ketika memberikan sambutan pada Webinar "Inovasi Pangan Nasional" yang diadakan oleh Accelerice Indonesia, Senin (24/8). Webinar itu juga menghadirkan William Wongso, Prof FG.Winarno, Ravindra Airlangga, dan Leonard Theosabrata sebagai pembicara.
(Baca Juga: Wamendag Ajak PPI Kolaborasi Perluas Ekspor)
Menurut Jerry, jenis pangan Indonesia sangat beragam mulai dari padi-padian, ikan, kacang-kacangan hingga sagu-saguan. Kuncinya, menurut Wamen adalah inovasi dalam semua aspek baik pengolahan, pemasaran, kemasan dan sebagainya. Dalam pengolahan, sebuah produk harus mengikuti standard-standar yang diterapkan oleh negara sasaran ekspor. Sebuah negara bisa saja menetapkan standar kesehatan, ekologis dan sebagainya yang harus dipenuhi oleh pengimpor.
"Sangat banyak sekali jenis bahan pangan yang kita hasilkan. Semuanya bisa saja diekspor. Jadi bukan hanya terbatas pada mie instan, kakao atau kopi, tetapi semua produk pangan bisa saja diekspor," kata Jerry lewat siaran pers, Selasa (25/8/2020).
Hal ini dikatakannya ketika memberikan sambutan pada Webinar "Inovasi Pangan Nasional" yang diadakan oleh Accelerice Indonesia, Senin (24/8). Webinar itu juga menghadirkan William Wongso, Prof FG.Winarno, Ravindra Airlangga, dan Leonard Theosabrata sebagai pembicara.
(Baca Juga: Wamendag Ajak PPI Kolaborasi Perluas Ekspor)
Menurut Jerry, jenis pangan Indonesia sangat beragam mulai dari padi-padian, ikan, kacang-kacangan hingga sagu-saguan. Kuncinya, menurut Wamen adalah inovasi dalam semua aspek baik pengolahan, pemasaran, kemasan dan sebagainya. Dalam pengolahan, sebuah produk harus mengikuti standard-standar yang diterapkan oleh negara sasaran ekspor. Sebuah negara bisa saja menetapkan standar kesehatan, ekologis dan sebagainya yang harus dipenuhi oleh pengimpor.
Lihat Juga :