Peningkatan Lifting Minyak dan Harga LPG Jadi Tugas Pertama Bahlil
Senin, 19 Agustus 2024 - 14:46 WIB
loading...
Selain dari Presiden Joko Widodo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mendapat tugas dari Prabowo. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku memiliki sejumlah tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Salah satu tugas yang diberikan adalah peningkatan volume minyak dan gas bumi yang siap untuk dijual atau lifting migas.
"Tadi saya sowan ke beliau pagi hari, adalah melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Arifin terkait dengan optimalisasi peningkatan lifting minyak kita terhadap sumur-sumur idle yang sudah diberikan oleh SKK Migas," papar Arifin dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang digelar di Gedung Sarulla Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/8/2024).
Baca Juga : Resmi Jadi Menteri ESDM, Harta Kekayaan Bahlil Lahadalia Tembus Rp310,4 Miliar
Hal itu diungkapkan Bahlil lantaran saat ini lifting migas memang terus mengalami penurunan.Bahlil juga meminta Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto untuk memberikan data yang sebenarnya terkait impor migas
"Kalau memang itu persoalannya ada diregulasi, apanya yang kita harus ubah? Sweetener apa yang harus negara berikan agar kita kompetitif? Itu, karena nggak bisa lagi, gitu," tegasnya.
"Saya minta betul data untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Pak Arifin terhadap impor gas kita yang terlalu banyak. C3, C4, dimana saja kita arahan Pak Presiden Prabowo sama Pak Jokowi, segera kita membangun hilirisasi LPG," sambungnya.
Ia juga mendesak Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, agar harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam negeri jangan sampai lebih murah dibandingkan impor.
"Tadi saya sowan ke beliau pagi hari, adalah melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Arifin terkait dengan optimalisasi peningkatan lifting minyak kita terhadap sumur-sumur idle yang sudah diberikan oleh SKK Migas," papar Arifin dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang digelar di Gedung Sarulla Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/8/2024).
Baca Juga : Resmi Jadi Menteri ESDM, Harta Kekayaan Bahlil Lahadalia Tembus Rp310,4 Miliar
Hal itu diungkapkan Bahlil lantaran saat ini lifting migas memang terus mengalami penurunan.Bahlil juga meminta Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto untuk memberikan data yang sebenarnya terkait impor migas
"Kalau memang itu persoalannya ada diregulasi, apanya yang kita harus ubah? Sweetener apa yang harus negara berikan agar kita kompetitif? Itu, karena nggak bisa lagi, gitu," tegasnya.
"Saya minta betul data untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Pak Arifin terhadap impor gas kita yang terlalu banyak. C3, C4, dimana saja kita arahan Pak Presiden Prabowo sama Pak Jokowi, segera kita membangun hilirisasi LPG," sambungnya.
Ia juga mendesak Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, agar harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam negeri jangan sampai lebih murah dibandingkan impor.
Lihat Juga :