alexametrics

KUR Bagi Nasabah Mekaar, Menteri Rini Ingin Ibu-ibu Sukses dan Sejahtera

loading...
KUR Bagi Nasabah Mekaar, Menteri Rini Ingin Ibu-ibu Sukses dan Sejahtera
Menteri BUMN Rini Soemarno berharap sinergi BRI dan PNM dalam penyaluran KUR untuk nasabah Mekaar yang naik kelas bisa membantu ibu-ibu untuk sukses dan sejahtera. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyambut baik sinergi PT Bank Rakyat Indonesia (Pesero) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini disampaikan saat bertemu masyarakat Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang, dalam pemberian KUR terhadap nasabah Mekaar yang naik kelas.

“Saya menyambut baik program dan sinergi seperti ini, bagaimana kita terus mendorong agar nasabah bisa meningkat lagi kapasitas usahanya. Agar lebih produktif lagi dan lebih mampu bersaing. Semoga ini bermanfaat dan ibu-ibu bisa menabung dan membantu ibu-ibu Mekaar bisa sukses dan sejahtera,” ungkap Menteri Rini, Rabu (11/9).

Dalam sinergi ini, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro kepada nasabah Mekaar yang naik kelas di mana nasabah Mekaar yang telah dinyatakan lulus dalam proses pembinaan yang dilakukan oleh PNM untuk mendapatkan akses pembiayaan KUR Mikro BRI. Para nasabah Mekaar yang menerima KUR umumnya memiliki usaha yang bergerak di bidang perdagangan, peternakan, dan pertanian.



Di tempat yang sama, Catur Budi Harto selaku Wakil Direktur Utama BRI mengungkapkan, kriteria nasabah Mekaar naik kelas diantaranya menjadi nasabah aktif, tidak pernah mempunyai tunggakan angsuran selama menjadi nasabah, memiliki prospek usaha yang baik dan memerlukan pembiayaan dari perbankan serta mempunyai catatan yang baik.

BRI memberikan kemudahan syarat bagi nasabah Mekaar naik kelas yang akan mengajukan pembiayaan. Syaratnya cukup direkomendasi oleh PNM, memiliki kegiatan usaha, tidak diminta agunan tambahan, proses cepat dan langsung masuk rekening tabungan. Syarat lain yakni nasabah tidak sedang memiliki kredit produktif di bank lain serta tidak pernah menunggak angsuran.

Tak sekedar memberikan pembiayaan, BRI melalui program “BRIncubator” juga melakukan pendampingan kepada seluruh nasabah Mekaar yang naik kelas. Pendampingan ini dilakukan secara berkelanjutan oleh tenaga marketing Bank BRI dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pengusaha agar bisnisnya semakin meningkat.

“Kami akan senantiasa memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah Mekaar yang akan dan telah naik kelas melalui pembiayaan KUR BRI. Harapan kami, mereka dapat meningkatkan daya saingnya dan akhirnya bisnisnya dapat terus berkembang," ungkap Catur.

PT PNM mencatat, saat ini sudah terdapat 1.146.647 nasabah Mekaar di Provinsi Jawa Timur dengan total dana penyaluran sebesar Rp 1,96 Triliun. Sementara di Kabupaten Lumajang sendiri tercatat ada 35.154 nasabah Mekaar dengan total penyaluran dana sebesar Rp51,32 Miliar dimana terdapat 15 nasabah sudah mendapat KUR naik kelas dan 50 nasabah tercatat sebagai nasabah potensial.

Sementara BRI mencatat di periode Januari hingga Juni 2019, perseroan berhasil menyalurkan KUR senilai Rp50,3 triliun kepada lebih dari 2,4 juta debitur. Ini setara dengan 57,8% dari target penyaluran KUR BRI yang di breakdown oleh pemerintah di tahun 2019 yakni sebesar Rp86,97 triliun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak