Usai Didorong Saham Berkapitalisasi Besar, IHSG Hari Ini Rawan Profit Taking
Selasa, 20 Agustus 2024 - 06:29 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan profit taking pada perdagangan Selasa (20/8/2024) usai kemarin di dorong oleh penguatan harga saham-saham bank berkapitalisasi besar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) rawan profit taking pada perdagangan Selasa (20/8/2024). Sebelumnya, IHSG menguat signifikan di akhir perdagangan awal pekan kemarin di dorong oleh penguatan harga saham- saham bank berkapitalisasi besar.
"Secara teknikal, Stochastic RSI berada di overbought area yang membuat IHSG rawan profit taking. Waspadai potensi sell-on news," kata Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam risetnya hari ini.
Baca Juga: Menguat 0,47%, IHSG Ditutup Terbang ke Level Tertingginya
Di samping itu, antisipasi pemangkasan The Fed Rate mendorong berlanjutnya penguatan nilai tukar Rupiah ke Rp15.545 per USD di Senin (19/8) sore. Dari dalam negeri, pasar mengharapkan dovish tone dari Bank Indonesia (BI) pasca Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Rabu (21/8) pekan ini. Bahkan, spekulasi pemangkasan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps dalam RDG tersebut mulai mencuat.
Masih dari domestik, lanjut Valdy, Indeks Harga Properti di Indonesia tumbuh sedikit lebih lambat di 1,76% di kuartal II 2024 vs 1,89% di kuartal I 2024. Kondisi tersebut relatif lebih lambat dari rata-rata pertumbuhan tahun 2023.
"Secara teknikal, Stochastic RSI berada di overbought area yang membuat IHSG rawan profit taking. Waspadai potensi sell-on news," kata Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam risetnya hari ini.
Baca Juga: Menguat 0,47%, IHSG Ditutup Terbang ke Level Tertingginya
Di samping itu, antisipasi pemangkasan The Fed Rate mendorong berlanjutnya penguatan nilai tukar Rupiah ke Rp15.545 per USD di Senin (19/8) sore. Dari dalam negeri, pasar mengharapkan dovish tone dari Bank Indonesia (BI) pasca Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Rabu (21/8) pekan ini. Bahkan, spekulasi pemangkasan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps dalam RDG tersebut mulai mencuat.
Masih dari domestik, lanjut Valdy, Indeks Harga Properti di Indonesia tumbuh sedikit lebih lambat di 1,76% di kuartal II 2024 vs 1,89% di kuartal I 2024. Kondisi tersebut relatif lebih lambat dari rata-rata pertumbuhan tahun 2023.
Lihat Juga :