PwC China Dijatuhi Hukuman Buntut Sekongkol Penipuan dengan Evergrande

Kamis, 22 Agustus 2024 - 22:02 WIB
loading...
PwC China Dijatuhi Hukuman...
Auditor PwC China dijatuhi hukuman buntut sekongkol penipuan dengan pengembang properti yang bangkrut, Evergrande. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Auditor PwC China dilaporkan telah mengumumkan kepada para kliennya bahwa mereka akan menerima larangan beroperasi selama enam bulan dari pihak berwenang China dan kemungkinan denda yang besar sebagai hukuman atas perannya dalam mengaudit pengembang properti yang bangkrut, Evergrande.

Financial Times melaporkan PwC diperkirakan akan dilarang melakukan aktivitas-aktivitas yang diatur di China seperti mengaudit hasil-hasil keuangan selama enam bulan mulai bulan September.

Pada Maret, regulator sekuritas Beijing mengatakan bahwa Evergrande, pengembang properti dengan utang terbesar di dunia sebelum bangkrut pada Januari telah menggelembungkan pendapatan hampir USD80 miliar pada 2019 dan 2020.

Baca Juga: Komandan Pasukan Khusus Akhmat Ramalkan Perang Ukraina Berakhir 3 Bulan Lagi

Evergrande diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD580 juta atas dugaan penipuan. Pendirinya Hui Ka Yan ditahan oleh pihak berwenang pada September dan diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD6,5 juta.

Kejatuhan Evergrande menyebabkan pengawasan terhadap PwC China, yang telah mengaudit akun pengembang properti tersebut selama 14 tahun hingga 2023. FT mengutip seorang mantan mitra yang tidak disebutkan namanya di PwC, yang memiliki lebih dari 20.000 karyawan di daratan China, yang mengatakan, "Para mitra saat ini siap menghadapi dampaknya."

PwC China adalah yang paling menonjol dari firma akuntansi empat besar sebuah istilah yang mencakup Deloitte, KPMG dan EY, yang beroperasi di China. Menurut Institut Akuntan Publik Bersertifikat China, PwC China menghasilkan pendapatan hampir 8 miliar yuan pada 2022.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, di tengah pengawasan yang semakin ketat terhadap hubungan PwC China dengan Evergrande, auditor ini telah kehilangan klien. Menurut Reuters, klien terbesarnya yang terdaftar di China daratan, Bank of China, mengatakan bahwa mereka berencana untuk beralih ke EY. China Life Insurance, China Telecom dan PICC juga telah membatalkan PwC sebagai klien.

Tindakan regulasi yang akan diambil oleh PwC China diperkirakan akan melampaui hukuman yang diterima tahun lalu oleh Deloitte, yang membayar denda sebesar USD31 juta dan ditangguhkan selama tiga bulan sehubungan dengan auditnya atas China Huarong Asset Management.

Baca Juga: Gulingkan Dolar AS, Lebih 50 Negara Bisa Terima Sistem Pembayaran BRICS

Melansir The Guardian, perusahaan-perusahaan milik negara di China pada umumnya dilarang mempekerjakan auditor dalam kurun waktu tiga tahun setelah seorang auditor menerima hukuman yang signifikan dari pemerintah.

Pada Februari tahun lalu dilaporkan bahwa Beijing telah menginstruksikan perusahaan-perusahaan milik negara untuk menghentikan kontrak dengan empat firma akuntan besar, karena pihak berwenang mencoba untuk mengatasi masalah keamanan dan mengekang pengaruh auditor yang terkait dengan negara barat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Tantri Kotak Diduga...
Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Penipuan Rp10 Miliar, Arda Naff Angkat Bicara
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Rekomendasi
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Berita Terkini
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
Jangan Tunggu Nanti!...
Jangan Tunggu Nanti! Lakukan Langkah Ini Sekarang demi Jadi Agen BRILink Terbaik 2026
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved