Lapangan Migas Raksasa Ini Segera Dikembangkan, Investasi Capai Rp280 Triliun
Minggu, 25 Agustus 2024 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, potensi pendapatan secara keseluruhan (gross revenue) dari lapangan ini diperkirakan mencapai sekitar USD39.457 juta atau setara dengan Rp631 triliun. Dari pendapatan tersebut, alokasi bagian Pemerintah sebesar USD12.993 juta atau setara dengan Rp208 triliun atau sekitar 31,5% dari gross revenue. Adapun bagian kontraktor adalah USD8.128 juta atau sekitar 19,7% dari gross revenue, dan biaya cost recovery sebesar USD18.336 juta atau sekitar 44,4%.
Baca Juga: Perang Sengit, Hamas Habisi 2 Jenderal dan 1 Letnan Kolonel Israel
"SKK Migas akan melakukan pengawasan dan kontrol semaksimal mungkin agar cost recovery bisa lebih efisien, sehingga penerimaan negara dapat didorong lebih besar lagi," kata Hudi.
Terkait dukungan bagi pemenuhan kebutuhan energi untuk domestik, produksi dari lapangan ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri dalam negeri yang membutuhkan gas, khususnya di kawasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dengan begitu, nilai tambah yang diperoleh negara pun akan semakin besar.
Hudi, multiplier effect yang dihasilkan pun luas, mengingat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi rata-rata sekitar 58%. "Kami berharap industri dalam negeri dapat menyiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas produksinya, sehingga saat proyek ini sudah berjalan maka pabrikan dalam negeri dapat memasok barang/jasa secara optimal," tandasnya.
Baca Juga: Perang Sengit, Hamas Habisi 2 Jenderal dan 1 Letnan Kolonel Israel
"SKK Migas akan melakukan pengawasan dan kontrol semaksimal mungkin agar cost recovery bisa lebih efisien, sehingga penerimaan negara dapat didorong lebih besar lagi," kata Hudi.
Terkait dukungan bagi pemenuhan kebutuhan energi untuk domestik, produksi dari lapangan ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri dalam negeri yang membutuhkan gas, khususnya di kawasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dengan begitu, nilai tambah yang diperoleh negara pun akan semakin besar.
Hudi, multiplier effect yang dihasilkan pun luas, mengingat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi rata-rata sekitar 58%. "Kami berharap industri dalam negeri dapat menyiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas produksinya, sehingga saat proyek ini sudah berjalan maka pabrikan dalam negeri dapat memasok barang/jasa secara optimal," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :