Harga Minyak Dunia Terdongkrak 1 Persen Diterpa Sentimen dari AS dan Timur Tengah

Senin, 26 Agustus 2024 - 18:28 WIB
loading...
Harga Minyak Dunia Terdongkrak...
Harga minyak dunia terdongkrak naik 1% pada perdagangan awal pekan, Senin (26/8/2024) di tengah kekhawatiran baru bahwa konflik Gaza yang meningkat dapat mengganggu pasokan minyak regional. Foto/Dok
A A A
LONDON - Harga minyak dunia terdongkrak naik 1% pada perdagangan awal pekan, Senin (26/8/2024) di tengah kekhawatiran baru bahwa konflik Gaza yang meningkat dapat mengganggu pasokan minyak regional. Lompatan harga minyak diperpanjang sejak Jumat, ketika prospek penurunan suku bunga AS (Fed Rate) diyakini bakal meningkatkan permintaan.

Baca Juga: India Salip China untuk Jadi Pembeli Utama Minyak Rusia

Minyak mentah berjangka Brent naik 79 sen atau 1% menjadi USD79,81 per barel pada pukul 09.10 GMT. Sementara minyak mentah berjangka AS berada di posisi USD75,63 per barel, naik 80 sen yang setara 1,07%.

Saat terjadi salah satu bentrokan terbesar dalam lebih dari 10 bulan perang, Hizbullah menembakkan ratusan roket dan drone ke Israel pada hari Minggu, ketika militer Israel mengatakan mereka menyerang Lebanon dengan sekitar 100 jet untuk menggagalkan serangan yang lebih besar.

Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Harga Minyak Dunia Terkerek Naik

Bentrokan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa perang di Gaza berisiko menjadi konflik regional yang akan menarik pendukung Hizbullah Iran dan sekutu utama Israel, Amerika Serikat, meskipun sejauh ini tidak ada produksi minyak yang terpengaruh.

"Harga minyak terus naik karena serangan akhir pekan antara Israel dan Hizbullah. Namun situasinya tampaknya sudah kembali tenang lagi, itulah sebabnya kenaikan tetap terbatas," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Pada akhir pekan kemarin, Kedua patokan minyak naik lebih dari 2% pada hari Jumat setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mendukung dimulainya tren penurunan suku bunga.

"Prospek pelonggaran kebijakan moneter meningkatkan sentimen di seluruh kompleks komoditas," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Investor tetap berhati-hati atas sikap Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, atau OPEC+, yang memiliki rencana untuk meningkatkan produksi akhir tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova.

"Kartel (sebutan OPEC) baru-baru ini memangkas prospeknya untuk permintaan minyak global, dengan alasan kekhawatiran melemahnya permintaan pada importir minyak utama China," kata Sachdeva.

"Permintaan AS yang kuat saat ini dan pengisian ulang cadangan SPR terlihat sebagai satu-satunya dukungan untuk harga minyak terhadap risiko kelebihan pasokan OPEC," katanya, mengacu pada Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS.

Jika OPEC+ menunda kenaikan produksi pada Oktober yang direncanakan, harga minyak dapat menerima dukungan jangka pendek, sambung analis Saxo Bank, Ole Hansen menambahkan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Uni Emirat Arab Resmi...
Uni Emirat Arab Resmi Keluar dari OPEC, Harga Minyak Bakal Meledak?
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Rekomendasi
Pengumuman Hasil Seleksi...
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dirilis, Cek Akun SSCASN!
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
IPB University Akan...
IPB University Akan Buka Jalur RPL untuk Penerimaan Mahasiswa Baru S1 dan Pascasarjana
Berita Terkini
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Kepabeanan, 1.600 Pengguna Jasa Ikuti Sosialisasi Dokap Online Bea Cukai Priok
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Dukung Sekolah Nyaman,...
Dukung Sekolah Nyaman, Pegadaian Praya Edukasi Siswa Siapkan Masa Depan Lewat Emas
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved