Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Harga Minyak Dunia Terkerek Naik
Kamis, 08 Agustus 2024 - 12:36 WIB
loading...
Ketegangan di Timur Tengah yang meningkat membuat harga minyak dunia naik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat harga minyak Asia naik pada perdagangan Rabu (7/8). Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh lemahnya permintaan.
Minyak mentah berjangka Brent naik 17 sen atau 0,16%, menjadi USD 76,60 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 17 sen atau 0,23%, menjadi USD73,37.
Mengutip dari the star, Naiknya harga minyak dunia didorong oleh penunjukan pemimpin Hamas yang baru setelah Ismail Haniyeh di bunuh. Hamas menunjuk pemimpinnya di Gaza, Yahya Sinwar, sebagai penerus mantan pemimpin Ismail Haniyeh. Ini sebuah langkah yang memperkuat jalur radikal yang dilakukan sejak serangan 7 Oktober terhadap Israel.
Baca Juga : Konflik Israel Bikin Pasar Minyak Dunia Was-was, Brent Tahun Ini Bisa USD90 per Barel
“Kenaikan harga minyak mungkin didorong oleh ekspektasi meningkatnya risiko pasokan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan koreksi harga minyak yang terendah dalam beberapa bulan. Sentimen permintaan yang bearish masih tetap ada, dan diperkirakan akan membatasi kenaikan harga minyak. harga minyak," kata kepala analisis minyak Asia Vortexa, Serena Huang dikutip, Kamis (8/8/2024)
Minyak mentah berjangka Brent naik 17 sen atau 0,16%, menjadi USD 76,60 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 17 sen atau 0,23%, menjadi USD73,37.
Mengutip dari the star, Naiknya harga minyak dunia didorong oleh penunjukan pemimpin Hamas yang baru setelah Ismail Haniyeh di bunuh. Hamas menunjuk pemimpinnya di Gaza, Yahya Sinwar, sebagai penerus mantan pemimpin Ismail Haniyeh. Ini sebuah langkah yang memperkuat jalur radikal yang dilakukan sejak serangan 7 Oktober terhadap Israel.
Baca Juga : Konflik Israel Bikin Pasar Minyak Dunia Was-was, Brent Tahun Ini Bisa USD90 per Barel
“Kenaikan harga minyak mungkin didorong oleh ekspektasi meningkatnya risiko pasokan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan koreksi harga minyak yang terendah dalam beberapa bulan. Sentimen permintaan yang bearish masih tetap ada, dan diperkirakan akan membatasi kenaikan harga minyak. harga minyak," kata kepala analisis minyak Asia Vortexa, Serena Huang dikutip, Kamis (8/8/2024)
Lihat Juga :