Butuh Dua Tahun untuk Mencetak Uang Khusus Kemerdekaan

Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:02 WIB
loading...
Butuh Dua Tahun untuk...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyampaikan bahwa Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 Tahun Republik Indonesia senilai Rp75.000 melambangkan kebangkitan dan optimisme Indonesia. Khususnya, untuk generasi muda dalam menyongsong masa depan. Terlebih, di perayaan HUT RI ke-75 ini, Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19. ( Baca juga:Bank Himbara Bantu Gairahkan Ekspor Furnitur )

"Pencetakan uang ini juga dilakukan sedemikian ketat, dan antusiasme masyarakat dari ujung Aceh hingga Papua juga menunjukkan bahwa UPK 75 tahun ini juga menjadi pemersatu bangsa, karena mereka juga bersatu mencari uang ini," ungkap Heru dalam Webinar 'Ngomongin Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia' di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Senada dengan Heru, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim menegaskan, tidak ada eksklusivitas dalam memperoleh atau menukar UPK ini. Selain itu, nilanya pun tetap sama dengan yang tertera di UPK.

"Nilainya sama semua, yaitu Rp75.000. Ini memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat. Jadi tidak ada eksklusivitas dalam hal ini," tegas Marlison. ( Baca juga:Mardani Ali Sera Sarankan Duit Influencer untuk Riset Vaksin Covid-19 )

Perencanaan penerbitan UPK ini sendiri memakan waktu dua tahun. BI sebelumnya telah berkumpul dan berdiskusi dengan para budayawan, sejarawan, kementerian, dan pemerintah daerah (pemda). Hingga akhirnya, diperoleh filosofi 3 M di setiap lembaran UPK 75 tahun ini.

"Mensyukuri Kemerdekaan, Memperteguh Kebhinekaan, dan Menyongsong Masa Depan Gemilang adalah filosofi yang mendasari UPK 75 tahun ini," tutur Marlison.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
BNPP Gelar Upacara Hari...
BNPP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Rekomendasi
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Berita Terkini
Kelas Menengah Paling...
Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax, Ekonomi Bakal Kehilangan Penopangnya
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved