alexametrics

Pemindahan Ibu Kota Bukan Dadakan, Bappenas: Sudah Dikaji Sejak 2017

loading...
Pemindahan Ibu Kota Bukan Dadakan, Bappenas: Sudah Dikaji Sejak 2017
Bappenas atau Kementerian PPN menegaskan, rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke wilayah di Provinsi Kalimantan Timur, bukanlah sebuah rencana dadakan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan, rencana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia dari Jakarta ke wilayah antara Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Kabupaten Paser Penajam Utara, Provinsi Kalimantan Timur, bukanlah sebuah rencana dadakan. Melainkan sudah dilakukan kajian sejak tahun 2017.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Komunikasi Ibu kota Negara (IKN)/Sekretaris Menteri PPN/Bappenas Hirmawan Hariyoga Djojokusumo dalam paparannya pada acara Forum Tematik Bakohumas, yang mengangkat tema “Urgensi Pemindahan Ibu kota Negara,” di ruang rapat Kementerian PPN/Bappenas, Jl. Taman Suropati No. 2, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Hirmawan seperti dilansir situs resmi Setkab menjelaskan, dalam melakukan kajian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas tidak sendirian, tapi bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, Badan Geologi, Kementerian ESDM, dan Badan Informasi Geospasial (BIG).



“Prosesnya lumayan panjang, sampai akhirnya Presiden memindahkan Jakarta ke Kalimantan Timur,” kata Hirmawan.

Pada tahap awal, jelas Ketua Tim Komunikasi IKN itu, kajian mencakup kemungkinan kalau ibu kota tetap di Pulau Jawa. Ada satu distrik yang isinya Government District., lanjut Hirmawan, referensinya ada di beberapa negara maju. Alternatif kedua, pindah ke sekitar Jakarta, seperti di Jonggol, atau alternatif lainnya di Kota Maja, contohnya Putrajaya, Malaysia.

“Itu pun bukan solusi terbaik, antara lain daya dukung Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan, di Jakarta pada khususnya dan Jawa pada umumnya. Kondisinya suboptimal dalam konteks masalah yang dihadapi Jakarta pada khususnya dan Jawa pada umumnya,” terang Hirmawan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak