Ekonomi China Lesu, Raksasa Properti China Vanke Rugi USD1,4 Miliar

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 08:43 WIB
loading...
Ekonomi China Lesu,...
Pengembang perumahan China Vanke, melaporkan kerugian akibat dari krisis properti. Foto/iStock Photo
A A A
BEIJING - Raksasa properti China Vanke, mengumumkan kerugian yang signifikan pada semester pertama pada hari Jumat (30/8). Vanke adalah pengembang terbesar kedua di China pada tahun lalu dalam hal penjualan, menurut perusahaan spesialis CRIC.

Seperti diketahui, industri properti negara Tirai Bambu sedang menghadapi krisis penurunan penjualan rumah yang diperparah dengan lesunya perekonomian.

Perusahaan melaporkan kerugian bersih sebesar 9,9 miliar yuan (USD1,4 miliar atau setara Rp21 triliun) pada paruh pertama tahun yang berakhir 30 Juni, menurut pengajuan ke bursa saham Hong Kong pada hari Jumat.

Baca Juga : Takut Sanksi Sekunder Barat, Bank-bank di China Tolak Miliaran Yuan dari Rusia

Jumlah tersebut lebih tinggi dari perkiraan yang dibuat oleh kelompok tersebut bulan lalu, yang memperkirakan kerugian bersih antara 7 hingga 9 miliar yuan.

“Perlu waktu untuk memulihkan kepercayaan warga dalam membeli rumah,” kata perusahaan pada laporan Channel News Asia, dikutip Sabtu (31/8/2024).

Vanke mencatat laba bersih sebesar 9,9 miliar yuan pada periode yang sama tahun 2023 meskipun menghadapi tantangan ekonomi.

Perusahaan ini sebagian dimiliki oleh pemerintah kota Shenzhen di Tiongkok selatan - yang pernah dipandang sebagai jaminan soliditasnya.

Pasar real estate Tiongkok sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dimana beberapa pengembang berada di ambang kebangkrutan dan rendahnya harga properti menghalangi konsumen untuk melakukan investasi di tengah perlambatan perekonomian.

Lembaga pemeringkat Moody's sekali lagi menurunkan peringkat kredit Vanke satu tingkat pada bulan ini menjadi B1, yang menandakan bahwa peringkat tersebut sangat spekulatif.

Kemunduran ini menjadikan Vanke sebagai pengembang Tiongkok terbaru yang terjebak dalam krisis yang meningkat di sektor real estat, setelah Evergrande dan Country Garden.

Industri ini, yang mengalami pertumbuhan pesat selama dua dekade seiring dengan meningkatnya standar hidup di seluruh Tiongkok, telah lama menyumbang lebih dari seperempat PDB negara tersebut.

Dalam upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas, pihak berwenang telah memperkenalkan berbagai langkah insentif dan mengumumkan dukungan negara.

Baca Juga : Utang China Makin Mencengkeram Afrika, Nilainya Tembus Rp2.805 Triliun

Namun upaya-upaya tersebut sejauh ini hanya berdampak kecil pada sektor yang sedang sakit.

Kota-kota besar di Tiongkok kembali mengalami penurunan harga real estat pada bulan Juli, yang mengindikasikan permintaan masih lemah.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved