Hary Tanoesoedibjo: Di Luar Negeri Pengaturan Terhadap Internet Asing Sudah Terjadi
Rabu, 26 Agustus 2020 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Kinerja perekonomian nasional mengalami pelemahan khususnya di kuartal kedua karena pandemi dan PSBB. "Banyak produksi konten yang tidak bisa dilakukan seperti acara Bedah Rumah dan Uang Kaget. Tapi kami masih lebih baik dibandingkan perusahaan lain di berbagai industri," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan kabar positif karena dari sisi iklan digital berhasil naik sebesar 26% meskipun iklan non-digital turun 14% menjadi Rp3,2 Triliun. Hal ini menurutnya masih wajar karena banyak pengiklan yang menahan belanja iklan karena penjualannya turun. Ini terjadi di seluruh negara kondisinya sama. Pemasukan dari konten tercatat turun 11% karena beberapa produksi tidak bisa jalan.
"Tapi mulai kuartal tiga semua balik normal karena sudah ada relaksasi PSBB transisi," ujarnya. ( Baca juga:Pembukaan Bioskop Harus Dikaji dengan Matang )
Di sisi lain dia menyebut bisnis dari Pay TV dan internet broadband berhasil naik 12%. Hal ini menandakan perseroan memiliki model bisnis yang unik karena tetap terjaga dengan ada unit yang naik dan juga turun. Secara EBITDA juga turun tipis hanya 3%, lalu net income tercatat turun tipis hanya 4% dalam level yang masih aman.
"Namun di sana ada pinjaman dalam USD. Kalau itu dikesampingkan, justru net income naik 7% menjadi Rp1,41 Triliun. Jadi MNC Media relatif dalam kondisi cukup baik di tengah pandemi," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan kabar positif karena dari sisi iklan digital berhasil naik sebesar 26% meskipun iklan non-digital turun 14% menjadi Rp3,2 Triliun. Hal ini menurutnya masih wajar karena banyak pengiklan yang menahan belanja iklan karena penjualannya turun. Ini terjadi di seluruh negara kondisinya sama. Pemasukan dari konten tercatat turun 11% karena beberapa produksi tidak bisa jalan.
"Tapi mulai kuartal tiga semua balik normal karena sudah ada relaksasi PSBB transisi," ujarnya. ( Baca juga:Pembukaan Bioskop Harus Dikaji dengan Matang )
Di sisi lain dia menyebut bisnis dari Pay TV dan internet broadband berhasil naik 12%. Hal ini menandakan perseroan memiliki model bisnis yang unik karena tetap terjaga dengan ada unit yang naik dan juga turun. Secara EBITDA juga turun tipis hanya 3%, lalu net income tercatat turun tipis hanya 4% dalam level yang masih aman.
"Namun di sana ada pinjaman dalam USD. Kalau itu dikesampingkan, justru net income naik 7% menjadi Rp1,41 Triliun. Jadi MNC Media relatif dalam kondisi cukup baik di tengah pandemi," ujarnya.
(uka)
Lihat Juga :