alexametrics

Tokopedia Akan Fokus Kembangkan Potensi Lokal

loading...
Tokopedia Akan Fokus Kembangkan Potensi Lokal
CEO dan Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi super ecosystem bakal berfokus untuk ekspansi nasional ketimbang internasional. Startup yang telah berstatus unicorn ini ingin terus mengembangkan potensi lokal.

CEO dan Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya, menjelaskan, untuk meningkatkan potensi bisnis lokal, pihaknya akan memperluas ekspansi hingga ke pedesaan dan pelosok Indonesia.

"Tokopedia melihat kota Boyolali lebih penting daripada Bangkok, Thailand, karena potensi ekonomi lokal harus bisa jauh lebih berkembang. Kami melihat potensi terbesar saat ini ada di masyarakat pedesaan. Jadi strategi selanjutnya kami itu Go Local, bukan Go Global," ujar William di Jakarta, Kamis (10/10/2019).



William menambahkan pengaruh Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia tak lepas dari jumlah lapangan kerja yang berhasil diciptakan. Menurut riset LPEM FEB UI, selama tahun 2018, Tokopedia telah berhasil menciptakan 857.000 lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada Aceh sampai Papua.

"Jumlah ini setara dengan 10,3% dari total lapangan pekerjaan baru untuk Indonesia pada tahun 2018. Sebanyak 309.000 diantaranya bahkan menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama," katanya.

Rincian lapangan kerja tersebut antara lain di DKI Jakarta (207.117 lapangan kerja), Jawa Barat (172.348 lapangan kerja), Jawa Timur (112.488 lapangan kerja), Sumatera Utara (21.746 lapangan kerja), Bali (25.699 lapangan kerja), Sulawesi Selatan (7.194 lapangan kerja), dan Nusa Tenggara Barat (3.001 lapangan kerja). Jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta berkat kehadiran Tokopedia diprediksi meningkat jadi 1.136 juta pekerjaan pada 2019 ini.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak