alexametrics

Daya Saing RI Keok dari Singapura, Sri Mulyani Siapkan Empat Jurus

loading...
Daya Saing RI Keok dari Singapura, Sri Mulyani Siapkan Empat Jurus
Menkeu Sri Mulyani memaparkan, beberapa cara untuk meningkatkan daya saing lewat pengembangan SDM setelah peringkat Indonesia merosot. Foto/Dok Setkab
A+ A-
TANGERANG - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memaparkan, beberapa cara untuk meningkatkan daya saing setelah peringkat Indonesia merosot dalam laporan terbaru World Economics Forum (WEF) 2019. Pada laporan tersebut, posisi RI turun lima peringkat menjadi urutan ke-50 yang berbanding terbalik dengan Singapura yang menduduki posisi puncak mengalahkan Amerika Serikat (AS).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini akan menyebutkan ada empat cara agar daya saing Indonesia mampu menanjak. Tahap pertama yakni mengoptimalkan anggaran pendidikan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Pasalnya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi faktor penting dalam mendongkrak daya saing Indonesia.

"Pertama dengan anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari Rp508 triliun untuk tahun depan, kita perlu rencana jangka panjang dan jangka pendek. Kemudian yang bisa quick year perlu dilakukan. Seperti melakukan training," ujar Menkeu Sri Mulyani di Tanjung Pasir, Tangerang, Jumat (11/10/2019).



Sambung Menkeu menerangkan, untuk tahap kedua yakni pemerintah juga akan terus memberikan insentif kepada daerah agar mereka bisa semakin baik di dalam mendongkrak pendidikan. Sebab, anggaran pendidikan itu dieksekusi oleh pemerintah daerah.

"Kalau bicara 100 juta labour di indo kita harus bicara jangka menengah panjang kemudian program-program di bidang pendidikan pelatihan perlu dipartisipasi. Kami di kebijakan fiskal akan terus mendukungnya," paparnya.

Sedangkan tahap ketiga kata dia, juga akan membantu dengan insentif fiskal untuk mendorong peran dari swasta untuk bisa melakukan pelatihan vokasi. "Sehingga kualitas dari SDM Indonesia makin diperbaiki," katanya.

Sri Mulyani mengatakan untuk tahap terakhir yakni , pembangunan sekolah hingga kampus akan terus dipantau dengan baik melalui anggaran belanja di kementerian dan lembaga (K/L). "Kita juga mendiversifikasikan pembiayaan sehingga mampu membangun fasilitas pendidikan secara lebih cepat melalui publik private partnership," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak