Investor Harus Mencari Emas Jelang Penurunan Fed Rate, Begini Ramalan Goldman Sachs

Rabu, 04 September 2024 - 05:24 WIB
loading...
Investor Harus Mencari...
Investor disarankan untuk mengoleksi emas, lantaran tren peningkatan logam mulia diprediksi belum akan berakhir usai dibayangi penurunan Fed rate. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Investor disarankan untuk mengoleksi emas , lantaran tren peningkatan logam mulia diprediksi belum akan berakhir. Analis Goldman Sachs dalam sebuah catatan penelitian menerangkan, investor harus 'mencari emas'.

Baca Juga: Saat Dolar AS Runtuh, 5 Aset Ini Bisa Jadi Alternatif Pengganti USD

Terpantau harga emas berjangka pada perdagangan, Selasa kemarin masih berada di atas USD2.515 per ons. Meski cenderung turun dari level tertinggi sepanjang masa yang disentuh bulan lalu, akan tetapi emas masih naik hampir 22% secara year to date untuk menjadikanya aset berkinerja terbaik kedua di dunia di belakang kripto.

"Jangka pendek yang kami sukai adalah emas. Tetap menjadi lindung nilai pilihan kami terhadap risiko geopolitik dan keuangan, dengan dukungan tambahan dari penurunan suku bunga Fed yang akan segera terjadi dan pembelian bank sentral EM yang sedang berlangsung," tulis analis Goldman Sachs.

Diperkirakan laju emas bakal mempertahankan target di 2025 yakni sebesar USD2.700 per ons dan direkomendasi "emas untuk panjang". Baca Juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Harga Sebatang Emas Tembus 1 Juta Dolar AS

Pembelian emas oleh bank sentral, yang mencapai rekor pada kuartal pertama tahun 2024, telah menjadi salah satu pendorong terbesar kenaikan logam mulia tahun ini. Analis BofA memperkirakan, emas kini telah melampaui euro untuk menjadi aset cadangan terbesar di dunia, kedua setelah dolar AS.

Risiko geopolitik seperti perang Israel-Hamas dan konflik Rusia-Ukraina, serta sinyal dari Federal Reserve (bank sentral AS) tentang penurunan suku bunga pada September di tengah tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja, juga telah mendorong harga.

"Kami melihat emas digunakan sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian," kata Tom Bruni, kepala riset pasar di Stocktwits.

ETF emas global melihat investor Barat menumpuk emas dalam tiga bulan berturut-turut, dengan aktivitas Amerika Utara melampaui Eropa dan Asia pada bulan Juli, menurut data terbaru World Gold Council .

Dalam waktu dekat, trader mungkin bertanya-tanya apakah emas akan berbalik ke tren negatif secara historis untuk aset bulan ini. Menurut data Bloomberg, logam kuning kerap mengalami tren penurunan setiap September sejak 2017,

Analis memperkirakan, katalis komoditas berikutnya akan datang ketika Federal Reserve menggelar pertemuan bulan ini setelah laporan data tenaga kerja bulanan.

"Harga emas terus melayang di sekitar USD2.500/ons dengan fokus utama pada seberapa besar penurunan suku bunga Fed yang diperkirakan akan datang akhir bulan ini," tulis analis JPMorgan dalam sebuah catatan pada hari Selasa.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Rekomendasi
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved