Sanksi Barat ke Rusia Bikin Perusahaan China Untung Besar

Rabu, 04 September 2024 - 09:10 WIB
loading...
A A A
Selain Chery, sejumlah merek China lainnya, seperti Haval, Geely, Changan, Exeed, dan Omoda juga hadir di pasar Rusia. Produsen mobil China menggantikan perusahaan Eropa, Jepang, dan Korea yang meninggalkan Rusia setelah pecahnya konflik Ukraina pada tahun 2022 dan kampanye sanksi besar-besaran Barat terhadap Moskow yang mengikutinya.

Sebelumnya, pembuat mobil Uni Eropa menduduki puncak daftar Forbes, dengan konglomerat Jerman Volkswagen Group berada di urutan pertama pada tahun 2022 dan Renault Prancis pada tahun 2020.

Dalam peringkat Forbes terbaru, produsen tembakau JT Group dari Jepang dan Philip Morris International dari AS masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga. Lalu diikuti perusahaan makanan multinasional Amerika, PepsiCo pada peringkat keempat, dimana posisi mereka tidak berubah sejak tahun sebelumnya.

Pemimpin peringkat tahun lalu yakni peritel barang-barang rumah tangga Prancis, Leroy Merlin. Namun brand asal Prancis itu dipaksa keluar dari daftar, setelah perusahaan induknya, Adeo Group, mengalihkan kendali atas aset Rusia ke manajemen lokal, seperti tercatat dalam Forbes.

Pendapatan Leroy Merlin di Rusia pada tahun 2022 mencapai hampir 530 miliar rubel (hampir USD6 miliar).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Rekomendasi
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
Ariana Grande dan Ethan...
Ariana Grande dan Ethan Slater Dikabarkan Putus Setelah Tiga Tahun Pacaran
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Berita Terkini
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved