Pemerintah dan Banggar Sepakat Pangkas Subsidi Energi
Rabu, 04 September 2024 - 14:49 WIB
loading...
Pemangkasan subsidi energi karena asumsi kurs rupiah dalam RAPBN 2025 berubah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) sepakat memangkas anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
Menteri Keuangan (Menkeu)Sri Mulyani mengatakan hal ini disebabkan karena asumsi kurs rupiah dalam RAPBN 2025 yang turun dari RP16.100 ke Rp16.000.
Baca Juga : Subsidi Energi Terus Melonjak, Gas Bumi Bisa Jadi Solusi Kurangi Impor LPG
"Dengan demikian untuk total subsidi energi keputusan atau kesepakatan di panja A adalah Rp203,4 triliun, ini turun Rp1,1 triliun dari yang kami usulkan di dalam RAPBN 2025 (Rp204,5 triliun)," jelasnya dalam Rapat Kerja Badan Anggaran dengan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam Rangka Pembahasan RUU APBN TA 2025, Rabu (4/9/2024).
Dikatakan Menkeu, untuk subsidi energi BBM tertentu dan LPG tabung 3 kilo terjadi penurunan yaitu dari yang semula Rp114,3 triliun menjadi Rp113,7 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu)Sri Mulyani mengatakan hal ini disebabkan karena asumsi kurs rupiah dalam RAPBN 2025 yang turun dari RP16.100 ke Rp16.000.
Baca Juga : Subsidi Energi Terus Melonjak, Gas Bumi Bisa Jadi Solusi Kurangi Impor LPG
"Dengan demikian untuk total subsidi energi keputusan atau kesepakatan di panja A adalah Rp203,4 triliun, ini turun Rp1,1 triliun dari yang kami usulkan di dalam RAPBN 2025 (Rp204,5 triliun)," jelasnya dalam Rapat Kerja Badan Anggaran dengan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam Rangka Pembahasan RUU APBN TA 2025, Rabu (4/9/2024).
Dikatakan Menkeu, untuk subsidi energi BBM tertentu dan LPG tabung 3 kilo terjadi penurunan yaitu dari yang semula Rp114,3 triliun menjadi Rp113,7 triliun.
Lihat Juga :