Banyak Negara Berjuang Atasi Krisis, Jokowi : 96 Negara Jadi Pasien IMF

Kamis, 12 September 2024 - 17:32 WIB
loading...
Banyak Negara Berjuang...
Kondisi dunia yang tidak baik-baik saja ini, efek dari Covid-19 masih berlanjut.Foto/Tangkap Layar
A A A
JAKARTA - Presiden RI Jokowi menyebut banyak negara di dunia masih berjuang mengatasi krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, lonjakan inflasi, dan pengangguran.

Kondisi dunia yang tidak baik-baik saja ini, terang Jokowi, membutuhkan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, dengan harapan dapat terwujud ketahanan dan stabilitas ekonomi.

Baca Juga : Banyak Pekerja Tersapu Badai PHK, Pemerintah Perlu Bertindak Cepat

"Dampak dari Covid-19 itu sampai sekarang belum berhenti terhadap growth, terhadap inflasi, terhadap pengangguran, terhadap lapangan kerja dampaknya sampai sekarang di negara lain masih berdampak dan dirasakan langsung oleh rakyat. Betapa beratnya," kata Jokowi dalam Pengarahan Presiden Jokowi Kepada Pejabat TNI dan Polri, Istana Negara IKN, Kamis (12/9/2024).

Ketidakpastian ekonomi membuat negara-negara masuk dalam jeratan utang Dana Moneter Internasional (IMF). Jokowi mengulangi lagi pernyataan lamanya, bahwa terdapat 96 negara yang menjadi pasien IMF.

"Saudara-saudara bisa buka di Google kondisi sekarang di Eropa, di Amerika, seperti apa kondisi di beberapa negara di Afrika seperti apa tidak mudah 96 negara masuk menjadi pasiennya IMF," terangnya.

Di hadapan TNI dan Polri, Jokowi meminta aparat untuk bersinergi menjaga stabilitas ekonomi yang dibutuhkan dalam mengakselekrasi pembangunan.

Baca Juga : Deflasi Selama 4 Bulan, Ekonom Prediksi BI Rate Turun ke 6%

"Untuk menjaga stabilitas itu butuh TNI dan Polri yang profesional butuh TNI dan Polri yang dipercaya oleh rakyat Sekali lagi apalagi di tengah dunia yang sedang baik-baik saja," tutur Jokowi.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Rekomendasi
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Berita Terkini
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Infografis
Jadi Kawan Israel, Maroko...
Jadi Kawan Israel, Maroko Negara Arab Pertama yang Terima F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved