alexametrics

Valuasi Kilang Cilacap, Pertamina dan Aramco Diakui Ada Perbedaan Hitungan

loading...
Valuasi Kilang Cilacap, Pertamina dan Aramco Diakui Ada Perbedaan Hitungan
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan hasil penghitungan aset kilang minyak Cilacap tersebut bakal dirilis International Financial Advisory Group (IFA). Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengakui ada perbedaan perhitungan dengan perusahaan minyak raksasa asal Arab, Saudi Aramco terkait valuasi Kilang Cilacap. Tarik ulur soal nilai investasi Saudi Aramco, untuk membangun kilang Cilacap memang alot.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan hasil penghitungan aset kilang minyak Cilacap tersebut bakal dirilis International Financial Advisory Group (IFA). "Penunjukan IFA mengurus valuasi aset dalam proyek tersebut, karena selama ini ada perbedaan penghitungan antara Pertamina dan Aramco. Karena itu, mereka mencari jalan tengah," ujar Ignatius di Jakarra, Rabu (6/11/2019).

Lebih lanjut Ia menerangkan, telah memberikan pilihan kepada Aramco, meskipun Kilang Cilacap masih jadi prioritas. "Kita memberikan pilihan ke Aramco. Ada beberapa proyek tapi prioritas tetap di Kilang Cilacap," jelasnya



Dia pun menambahkan me genai kesepakatan valuasi aset kilang, Pertamina memastikan pengadaan lahan sudah 100%. Untuk lahan yang sudah bebas, perusahaan melakukan pengerukan. "Ada juga jalan dan sungai yang masuk dalam wilayah proyek, segera direlokasi perusahaan. Nah itu sedang kita lelang sekarang. Mudah-mudahan di awal tahun itu akan ada signing enginerinya nanti," ungkapnya.

Sebagai informasi, Aramco diyakini siap melakukan IPO yang bila terwujud artinya dengan dana segar tersebut bakal mudah untuk menyiram investasi migas ke beberapa negara dan Indonesia semestinya masuk dalam daftar. Seperti diketahui nilai investasi kilang Cilacap mentok dalam tawar-menawar dalam lima tahun terakhir. Selain soal harga, beberapa hal seperti kepastian hukum dalam investasi menjadi pertimbangan Aramco.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak