Indonesia Punya Peran Penting Jamin Pasokan Nikel Dunia
Jum'at, 20 September 2024 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Mengenai lanskap geopolitik, termasuk perang Ukraina dan Rusia, Jerome mengatakan kondisi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan nikel. Namun, dia mengatakan bahwa Eramet tetap optimis dengan prospek permintaan nikel jangka panjang, yang didorong oleh pertumbuhan pasar kendaraan listrik dan pertumbuhan stabil untuk pasar stainless steel.
"Di Eramet, prioritas kami ada pada pengolahan sumber daya mineral yang bertanggung jawab, sembari menjalin kemitraan yang kuat dengan pemerintah dan mitra industri lainnya. Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang Indonesia dengan mengembangkan ekosistem pertambangan yang berkelanjutan," kata Jerome.
Diamenambahkan, sebagai pemasok utama nikel, Indonesia perlu menyesuaikan diri dengan regulasi internasional seperti Inflation Reduction Act (IRA) untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari pasar di negara-negara Barat. "Selain itu, mengembangkan produk nikel yang kompetitif dan menerapkan praktik-praktik ESG yang kuat akan menjadi kunci untuk menarik investasi asing dan mitra global," ujarnya.
Demi memastikan produksi nikel yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, lanjut dia, Eramet dan beberapa perusahaan tambang di Indonesia telah mengadopsi standar IRMA yang sangat ketat. Sebagai sebuah inisiatif multi-pemangku kepentingan yang melibatkan lebih dari 100 entitas, IRMA telah menjadi tolok ukur global untuk praktik pertambangan yang berkelanjutan.
"Dengan mengadopsi standar IRMA, kami tidak hanya akan memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melacak asal usul nikel mereka, tetapi juga membuka peluang bagi produsen Indonesia untuk menempatkan posisi yang strategis di pasar nikel," tegas Jerome.
"Di Eramet, prioritas kami ada pada pengolahan sumber daya mineral yang bertanggung jawab, sembari menjalin kemitraan yang kuat dengan pemerintah dan mitra industri lainnya. Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang Indonesia dengan mengembangkan ekosistem pertambangan yang berkelanjutan," kata Jerome.
Diamenambahkan, sebagai pemasok utama nikel, Indonesia perlu menyesuaikan diri dengan regulasi internasional seperti Inflation Reduction Act (IRA) untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari pasar di negara-negara Barat. "Selain itu, mengembangkan produk nikel yang kompetitif dan menerapkan praktik-praktik ESG yang kuat akan menjadi kunci untuk menarik investasi asing dan mitra global," ujarnya.
Demi memastikan produksi nikel yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, lanjut dia, Eramet dan beberapa perusahaan tambang di Indonesia telah mengadopsi standar IRMA yang sangat ketat. Sebagai sebuah inisiatif multi-pemangku kepentingan yang melibatkan lebih dari 100 entitas, IRMA telah menjadi tolok ukur global untuk praktik pertambangan yang berkelanjutan.
"Dengan mengadopsi standar IRMA, kami tidak hanya akan memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melacak asal usul nikel mereka, tetapi juga membuka peluang bagi produsen Indonesia untuk menempatkan posisi yang strategis di pasar nikel," tegas Jerome.
(fjo)
Lihat Juga :