alexametrics

Rupiah Membaik hingga Oktober, Sri Mulyani Waspadai Pembalikan Arus Modal

loading...
Rupiah Membaik hingga Oktober, Sri Mulyani Waspadai Pembalikan Arus Modal
Menkeu Sri Mulyani tetap mewaspadai adanya pembalikan aliran modal ke depannya, ketika rupiah berada pada posisi yang stabil hingga akhir Oktober 2019. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tercatat berada pada posisi yang stabil dengan kecenderungan menguat seiring terjaganya aliran modal ke dalam negeri dan pelonggaran likuiditas. Meski begitu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tetap mewaspadai adanya pembalikan aliran modal ke depannya.

Lebih lanjut Ia menerangkan rupiah terhadap USD hingga akhir Oktober 2019 mencapai Rp14.197 per USD. Nilai tukar rupiah ini lebih kuat dari Asumsi APBN 2019 yang mencapai Rp15.000/USD. "Nilai tukar rupiah Rp14.197/USD lebih kuat. Trend suku bunga menolong jadi asumsinya mendekati awal sangat baik," ujar Menku Sri Mulyani saat konpres APBNKita di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Sambung dia mengungkapkan, kurs rupiah terapresiasi sebesar 1,96% (ytd) dibandingkan awal tahun 2019. Hal ini seiring prospek aliran modal ke emerging market termasuk Indonesia akan menjamin tetap terjaganya stabilitas keuangan nasional.



"Namun demikian, kewaspadaan terhadap pembalikan aliran modal ke depan juga perlu diwaspadai. Hingga akhir September 2019, cadangan devisa Indonesia berada pada level yang cukup tinggi, yakni sebesar USD124,3 miliar, menurun dibandingkan posisi akhir Agustus 2019 sebesar USD126,4 miliar," paparnya.

Adapun saat ini posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak