Prediksi IHSG Pekan Depan: Waspada Koreksi Lanjutan, Cermati Saham-Saham Ini
Minggu, 22 September 2024 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Data tersebut dapat mengukur kondisi manufaktur dan sektor jasa di negeri Paman Sam untuk mengukur apakah kebijakan penurunan Fed Funds Rate (FFR) dapat berlanjut pada November mendatang.
"PMI ini diperkirakan turun ke level 53 disebabkan ekspektasi penurunan dari sisi jasa yang diperkirakan sebesar 54, sementara sisi manufaktur diperkirakan sedikit tumbuh di level 48," terang Phintraco.
Baca Juga: IHSG Sepekan Turun 0,88%, Kapitalisasi Pasar Merosot Jadi Rp13.007 Triliun
Meneropong daratan Eropa, investor mengamati data Euro Area HCOB Composite PMI Flash bulan September 2024 yang diperkirakan akan stagnan di level 51. Berbeda dengan US, komponen PMI jasa, terang Phintraco, diperkirakan akan sedikit meningkat di level 53, sedangkan PMI Manufaktur diperkirakan masih dalam zona kontraksi di level 45.6.
Saham-saham yang dapat diperhatikan pada Senin (23/9) meliputi MBMA, PGAS, JSMR, AKRA, MEDC, dan PTBA.
"PMI ini diperkirakan turun ke level 53 disebabkan ekspektasi penurunan dari sisi jasa yang diperkirakan sebesar 54, sementara sisi manufaktur diperkirakan sedikit tumbuh di level 48," terang Phintraco.
Baca Juga: IHSG Sepekan Turun 0,88%, Kapitalisasi Pasar Merosot Jadi Rp13.007 Triliun
Meneropong daratan Eropa, investor mengamati data Euro Area HCOB Composite PMI Flash bulan September 2024 yang diperkirakan akan stagnan di level 51. Berbeda dengan US, komponen PMI jasa, terang Phintraco, diperkirakan akan sedikit meningkat di level 53, sedangkan PMI Manufaktur diperkirakan masih dalam zona kontraksi di level 45.6.
Saham-saham yang dapat diperhatikan pada Senin (23/9) meliputi MBMA, PGAS, JSMR, AKRA, MEDC, dan PTBA.
(nng)
Lihat Juga :