PT NHM Terapkan Green Mining Selaraskan Operasi dan Pelestarian Lingkungan
Senin, 23 September 2024 - 21:51 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Direktur NHM Robert Nitiyudo Wachjo menambahkan, sebagai bagian dari upaya green mining, pihaknya juga telah memperkuat pengelolaan limbah, sampah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Pada Februari 2023, NHM meresmikan pabrik Dry Stack Tailing (DST) Plant, fasilitas pengolahan limbah ramah lingkungan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi tanpa merkuri.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah yang Banyak Dibutuhkan dan Jadi Incaran Pertambangan, Gaji 2 Digit
Pabrik yang dibangun dengan nilai investasi Rp250 miliar ini dilengkapi dengan instalasi Filter Press untuk mengolah tailing secara aman dan efisien. Limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti untuk bahan genteng, batu bata, dan perbaikan infrastruktur lokal. "Pabrik DST ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan NHM bangga menjadi pelopor dalam pengolahan limbah tambang yang ramah lingkungan," kata Robert.
Atas komitmennya dalam pengelolaan lingkungan tersebut, NHM meraih Peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk periode Juli 2021–Juni 2022. Di tahun 2024, kata dia, NHM menargetkan perolehan peringkat Hijau dengan membentuk Komite PROPER yang melibatkan sinergi lintas departemen.
Terkait dengan itu, NHM juga mengintegrasikan ISO Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dengan ISO Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (ISO 45001) sejak Januari 2024. NHM tengah berusaha untuk meraih sertifikasi ISO 14001 dan 45001. "NHM terus berkomitmen menjadi pelopor dalam praktik tambang berkelanjutan yang menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," tandasnya.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah yang Banyak Dibutuhkan dan Jadi Incaran Pertambangan, Gaji 2 Digit
Pabrik yang dibangun dengan nilai investasi Rp250 miliar ini dilengkapi dengan instalasi Filter Press untuk mengolah tailing secara aman dan efisien. Limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti untuk bahan genteng, batu bata, dan perbaikan infrastruktur lokal. "Pabrik DST ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan NHM bangga menjadi pelopor dalam pengolahan limbah tambang yang ramah lingkungan," kata Robert.
Atas komitmennya dalam pengelolaan lingkungan tersebut, NHM meraih Peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk periode Juli 2021–Juni 2022. Di tahun 2024, kata dia, NHM menargetkan perolehan peringkat Hijau dengan membentuk Komite PROPER yang melibatkan sinergi lintas departemen.
Terkait dengan itu, NHM juga mengintegrasikan ISO Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dengan ISO Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (ISO 45001) sejak Januari 2024. NHM tengah berusaha untuk meraih sertifikasi ISO 14001 dan 45001. "NHM terus berkomitmen menjadi pelopor dalam praktik tambang berkelanjutan yang menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :