Gaet Minat Investor Lokal, Sido Muncul Pecah Saham
Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:54 WIB
loading...
Sido Muncul akan melakukan aksi korporasi yaitu Stock Split dengan rasio 1:2 berdasarkan hasil persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk (SIDO). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan hasil persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk (SIDO) diputuskan bahwa Sido Muncul akan melakukan aksi korporasi yaitu "Stock Split" dengan rasio 1:2.
"Sehingga, jumlah saham akan menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya, dari 15 miliar ke 30 miliar. Nominalnya dari Rp100 menjadi Rp50 per lembarnya," ungkap Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard dalam virtual public expose di Jakarta, Kamis (27/8/2020).
(Baca Juga: Usai Kirim Tolak Angin ke Arab, Bos Sido Muncul 'Ketagihan' Ekspor ke Negara Lain )
Sambung dia mengatakan, aksi ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan, sehingga investor-investor lainnya, khususnya investor retail dalam negeri, bisa ikut berinvestasi di Sido Muncul.
"Fokus kami di tahun 2020 ini adalah meningkatkan ketersediaan stok, khususnya di channel-channel distribusi dan online store. Kami melihat, selama pandemi ini, ada switching customer behavior yang cenderung membeli produk online, jadi kami pastikan ketersediaan stoknya pasti ada di market," imbuh Leonard.
"Sehingga, jumlah saham akan menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya, dari 15 miliar ke 30 miliar. Nominalnya dari Rp100 menjadi Rp50 per lembarnya," ungkap Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard dalam virtual public expose di Jakarta, Kamis (27/8/2020).
(Baca Juga: Usai Kirim Tolak Angin ke Arab, Bos Sido Muncul 'Ketagihan' Ekspor ke Negara Lain )
Sambung dia mengatakan, aksi ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan, sehingga investor-investor lainnya, khususnya investor retail dalam negeri, bisa ikut berinvestasi di Sido Muncul.
"Fokus kami di tahun 2020 ini adalah meningkatkan ketersediaan stok, khususnya di channel-channel distribusi dan online store. Kami melihat, selama pandemi ini, ada switching customer behavior yang cenderung membeli produk online, jadi kami pastikan ketersediaan stoknya pasti ada di market," imbuh Leonard.
Lihat Juga :