Mantan Perwakilan IMF Sebut Dolar Mata Uang Berbahaya, Ini Alasannya

Sabtu, 28 September 2024 - 22:47 WIB
loading...
Mantan Perwakilan IMF...
Kepercayaan terhadap dolar sebagai mata uang cadangan global terus menurun.Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Mantan perwakilan Brasil di Dana Moneter Internasional (IMF) Paulo Nogueira Batista mengatakan bahwa dolar Amerika Serikat telah menjadi mata uang yang berbahaya. Sebab, Dolar bisa dijadikan senjata yang paling berbahaya jika sebuah negara menjadi musuh AS.

Baca Juga : Dolar AS Minggir Dulu, BI dan Bank Negara Malaysia Makin Getol Pakai Mata Uang Lokal

“Dolar adalah mata uang yang berbahaya, mari kita katakan begini, lihat apa yang terjadi pada cadangan Rusia. merujuk pada fakta bahwa aset kedaulatan Moskow senilai sekitar USD300 miliar yang disimpan di yurisdiksi Barat, dibekukan,” kata Batista dilansir dari RT, Sabtu (28/9/2024)

Batista mengakui bahwa dolar akan tetap menjadi mata uang yang sangat penting, namun penggunaan dolar sebagai senjata melawan negara-negara yang dianggap memusuhi Barat pasti akan mengurangi kepercayaan terhadap mata uang tersebut.

Ia menekankan bahwa musuh utama AS sebenarnya dolar. Sebab semakin banyak negara menggunakan mata uang dolar sebagai senjata, makan semakin banyak negara untuk mencari alternatif bagi sistem keuangan Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Rekomendasi
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
Infografis
5 Mata Uang Paling Lemah...
5 Mata Uang Paling Lemah di Dunia versi Forbes 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved