Yen Stabil, Dolar AS Tergelincir Buntut China Bakal Guyur Stimulus

Senin, 30 September 2024 - 15:46 WIB
loading...
Yen Stabil, Dolar AS...
Dolar AS tergelincir terhadap mata uang komoditas, yang ditopang oleh ekspektasi para investor akan adanya stimulus ekonomi China. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Lonjakan yen stabil pada Senin (30/9) disebabkan perdana menteri Jepang yang akan datang mengisyaratkan kebijakan moneter harus tetap akomodatif. Sementara, dolar AS tergelincir terhadap mata uang komoditas, yang ditopang oleh ekspektasi para investor akan adanya stimulus ekonomi China.

Yen Jepang telah melonjak ketika Shigeru Ishiba mantan menteri pertahanan dan kritikus kebijakan agresif memenangkan kepemimpinan Partai Demokratik Liberal yang akan terpilih sebagai perdana menteri.

Baca Juga: 3 Negara yang Menggunakan Yuan untuk Transaksi Dagang selain China

Yen tergelincir sekitar 0,4% menjadi 142,75 per dolar AS setelah melonjak 1,8% pada Jumat (27/9) lalu. Ishiba mengatakan kepada lembaga penyiaran publik NHK bahwa dari sudut pandang pemerintah, kebijakan harus tetap akomodatif sebagai sebuah tren mengingat kondisi ekonomi saat ini.

Para analis mengatakan kemenangan Shigeru Ishiba diproyeksikan akan membebani yen setidaknya dalam jangka pendek. "Pemilu pada dasarnya membuat Bank of Japan keluar dari persamaan sampai Desember. Yen negatif marjinal," ujar Kepala Strategi Valuta Ssing National Australia Bank, Ray Attrill dikutip dari Reuters, Senin (30/9/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Rekomendasi
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved