IBCSD Jadi Mitra Swasta Teraktif dalam Aksi Nyata Penyelamatan Pangan
Senin, 30 September 2024 - 18:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ciptakan Pasokan Pangan Lintas Negara, Kementan Usulkan Pertanian Berkelanjutan
Nyoto juga menyampaikan bahwa pada IDAFLW di Solo, Bapanas ingin mengajak masyarakat menjadikan gerakan Stop Boros Pangan menjadi gerakan kolaborasi yg membumi demi kita, demi bumi. Pemerintah akan mendukung dengan regulasi yg dibutuhkan. “Menangani sisa dan susut pangan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. Terlebih nanti di tahun 2045 menurut roadmap Bappenas, tidak ada lagi sampah makanan di pembuangan akhir," tambahnya.
Menanggapi penghargaan ini, Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD, menyatakan, “Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen kami untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor melalui perjanjian sukarela GRASP 2030 dalam menyelamatkan pangan dan mengurangi limbah di sepanjang rantai pasok. Kami percaya bahwa keberhasilan dalam menciptakan sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan membutuhkan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan.”
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Melalui inisiatif seperti GRASP 2030, kami berupaya mengajak sektor bisnis, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menutup celah di rantai nilai pangan dan memastikan bahwa pangan yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara maksimal.”
Acara IDAFLW 2024 yang diadakan di Lapangan Mangkunegaran Pamedan, Kota Surakarta, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah, organisasi non-pemerintah, sektor bisnis, hingga masyarakat umum. Dalam acara tersebut, terdapat berbagai kegiatan edukatif dan interaktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan susut dan boros pangan.
Nyoto juga menyampaikan bahwa pada IDAFLW di Solo, Bapanas ingin mengajak masyarakat menjadikan gerakan Stop Boros Pangan menjadi gerakan kolaborasi yg membumi demi kita, demi bumi. Pemerintah akan mendukung dengan regulasi yg dibutuhkan. “Menangani sisa dan susut pangan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. Terlebih nanti di tahun 2045 menurut roadmap Bappenas, tidak ada lagi sampah makanan di pembuangan akhir," tambahnya.
Menanggapi penghargaan ini, Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD, menyatakan, “Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen kami untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor melalui perjanjian sukarela GRASP 2030 dalam menyelamatkan pangan dan mengurangi limbah di sepanjang rantai pasok. Kami percaya bahwa keberhasilan dalam menciptakan sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan membutuhkan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan.”
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Melalui inisiatif seperti GRASP 2030, kami berupaya mengajak sektor bisnis, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menutup celah di rantai nilai pangan dan memastikan bahwa pangan yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara maksimal.”
Acara IDAFLW 2024 yang diadakan di Lapangan Mangkunegaran Pamedan, Kota Surakarta, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah, organisasi non-pemerintah, sektor bisnis, hingga masyarakat umum. Dalam acara tersebut, terdapat berbagai kegiatan edukatif dan interaktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan susut dan boros pangan.
Lihat Juga :