Punya Cadangan 8.000 Ton, Mengapa Dolar AS Tidak Didukung dengan Emas?

Selasa, 01 Oktober 2024 - 19:29 WIB
loading...
A A A
Pemerintah AS saat ini menyimpan sekitar 261,5 juta troy ons atau 8.133,5 metrik ton emas merupakan cadangan terbesar di antara negara-negara lain. Emas ini terutama disimpan oleh U.S. Mint, dengan porsi paling besarsekitar 147,3 juta troy ons disimpan di Fort Knox.

Federal Reserve Bank bertindak sebagai kustodian untuk sekitar 5% dari cadangan ini. Total nilai buku dari emas ini adalah sekitar USD11 miliar.

Kepemilikan substansial ini memainkan peran penting dalam keamanan ekonomi nasional, yang mencerminkan kebijakan moneter dan stabilitas keuangan pemerintah AS. Nilai total dolar AS yang beredar adalah sekitar USD2,33 triliun. Angka ini mencerminkan upaya Federal Reserve untuk mengelola jumlah uang beredar dalam sistem moneter AS. Mata uang yang beredar, terutama uang kertas Federal Reserve, telah tumbuh secara signifikan, didorong oleh faktor-faktor seperti pelonggaran kuantitatif dan karakteristik sistem mata uang fiat.

Apakah Emas Cukup untuk Mendukung Dolar AS?

Untuk mendukung penuh jumlah uang beredar di AS dengan emas pada harga pasar saat ini, dibutuhkan sekitar 272.430 metrik ton logam mulia. Perkiraan ini didasarkan pada jumlah uang beredar M2 AS sebesar USD20,84 triliun dan harga emas USD2.378,41 per troy ons.

Dengan membagi jumlah uang beredar dengan harga emas, kita akan menemukan bahwa untuk mengubah uang fiat menjadi standar emas dibutuhkan sekitar 8,76 miliar troy ons emas. Ketika dikonversi ke metrik ton, volume yang dibutuhkan menjadi jelas, secara signifikan melebihi jumlah total emas yang pernah ditambang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Rekomendasi
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved