Klasik, Kemenperin Ungkap Kendala Serapan Anggarannya
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 08:19 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat realisasi penyerapan anggaran hingga Agustus 2020 sebesar Rp989,60 miliar. Serapan itu sekitar 47% dari pagu anggaran Kemenperin tahun ini yang sebesar Rp2,09 triliun.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, ada beberapa kendala dalam penyerapan anggaran. "Di antaranya ini masalah klasik, kegiatan terganggu karena adanya pandemi," ujarnya dalam rapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, Kamis (27/8/2020). ( Baca juga: Mas Menteri Ingin Bajak Pandemi Agar Ekonomi Indonesia Lompat Tinggi )
Kendala lain, kata dia, yakni alokasi anggaran untuk beberapa output yang mendukung pencapaian target kinerja mengalami pemotongan. Selanjutnya, kegiatan pelatihan pendampingan atau workshop sosialisasi atau rapat dalam jumlah besar belum bisa dilakukan secara fisik karena masih terdapat zona merah dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Jadi ada penundaan. Namun ini hanya ditunda," tegas Agus.
Kendala berikutnya yakni sisa pembayaran EO Hannover Messe 2020 belum memungkinkan ada pemeriksaan fisik barang konsumsi di kantor kontraktornya di Hungaria. "Kemudian kegiatan Pusat Inovasi Digital Indonesia atau PIDI belum dilaksanakan," jelasnya.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, ada beberapa kendala dalam penyerapan anggaran. "Di antaranya ini masalah klasik, kegiatan terganggu karena adanya pandemi," ujarnya dalam rapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, Kamis (27/8/2020). ( Baca juga: Mas Menteri Ingin Bajak Pandemi Agar Ekonomi Indonesia Lompat Tinggi )
Kendala lain, kata dia, yakni alokasi anggaran untuk beberapa output yang mendukung pencapaian target kinerja mengalami pemotongan. Selanjutnya, kegiatan pelatihan pendampingan atau workshop sosialisasi atau rapat dalam jumlah besar belum bisa dilakukan secara fisik karena masih terdapat zona merah dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Jadi ada penundaan. Namun ini hanya ditunda," tegas Agus.
Kendala berikutnya yakni sisa pembayaran EO Hannover Messe 2020 belum memungkinkan ada pemeriksaan fisik barang konsumsi di kantor kontraktornya di Hungaria. "Kemudian kegiatan Pusat Inovasi Digital Indonesia atau PIDI belum dilaksanakan," jelasnya.
Lihat Juga :