Atasi Oversupply Ayam, Peternak Mandiri Diminta Bentuk Asosiasi
Kamis, 03 Oktober 2024 - 21:56 WIB
loading...
A
A
A
"Cuma persoalannya tidak segitu cepat dilakukan karena efektifitas program ini baru Januari 2025 dan itu baru terserap 20 juta warga, tahun 2026, 65 juta dan pada 2027 82,9 juta sehingga tidak cepat meningkatkan demand mungkin tidak terlalu signifikan untuk menaikan (demand). Maka dari itu perlu program yang cepat dan terstruktur serta promosi baik dari pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.
Kemudian untuk mewujudkan rantai pasok unggas yang adil dan berkeadilan, Trioso yang masuk dalam Tim Percepatan Penyediaan daging, susu dan telur ini menyarankan peternak mandiri membentuk asosiasi bergabung dengan rumah potong hewan unggas dan pabrik pangan. Menurutnya, peternak saat ini tidak bisa berdikari untuk bersaing dengan pengusaha integrator.
Dikatakannya, sudah ada Perpres No 10/2021 bahwa pelaku usaha budidaya ayam dengan pola kemitraan.
Sayangnya peternak belum memahami mengikuti anjuran program dari pemerintah.
”Padahal dengan kemitraan itu banyak keuntungannya yang diperoleh pelaku usaha mikro kecil. Artinya supply terpelihara, harga terjangkau dan serapan dari ayam livebird langsung dipotong dan masyarkat ada kepastian," tandasnya.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Badan Pangan Nasional ( Bapanas ) Maino Dwi Hartono mengakui permasalahan kelebihan stok ayam hidup sudah bertahun-tahun. Sebagai upaya mengatasi oversupply dari produksi ayam, pemerintah memberikan bantuan pangan berupa daging ayam dan telur dalam rangka penanganan stunting.
Kemudian untuk mewujudkan rantai pasok unggas yang adil dan berkeadilan, Trioso yang masuk dalam Tim Percepatan Penyediaan daging, susu dan telur ini menyarankan peternak mandiri membentuk asosiasi bergabung dengan rumah potong hewan unggas dan pabrik pangan. Menurutnya, peternak saat ini tidak bisa berdikari untuk bersaing dengan pengusaha integrator.
Dikatakannya, sudah ada Perpres No 10/2021 bahwa pelaku usaha budidaya ayam dengan pola kemitraan.
Sayangnya peternak belum memahami mengikuti anjuran program dari pemerintah.
”Padahal dengan kemitraan itu banyak keuntungannya yang diperoleh pelaku usaha mikro kecil. Artinya supply terpelihara, harga terjangkau dan serapan dari ayam livebird langsung dipotong dan masyarkat ada kepastian," tandasnya.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Badan Pangan Nasional ( Bapanas ) Maino Dwi Hartono mengakui permasalahan kelebihan stok ayam hidup sudah bertahun-tahun. Sebagai upaya mengatasi oversupply dari produksi ayam, pemerintah memberikan bantuan pangan berupa daging ayam dan telur dalam rangka penanganan stunting.
Lihat Juga :