Dorong Kerja Sama Digital dan Private Funds, Indonesia Gelar Forum Bisnis Strategis di Melbourne
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Anggia Meisesari manyampaikan bahwa “Telematika armada di Indonesia telah membawa perubahan signifikan dalam beberapa sektor industri, antara lain: logistik, transportasi publik, pertambangan, pelabuhan, dan perkebunan. Dengan penerapan telematika armada, industri-industri ini di Indonesia mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan keselamatan kerja serta kualitas layanan.”
Peluang industri digital Indonesia juga disampaikan oleh Marco Bardelli, khususnya di Nongsa Digital Park, dimana ekosistem di KEK ini meliputi ekonomi digital, pendidikan, industri kreatif, dan pariwisata.
Forum bisnis ditutup dengan sesi yang membahas iklim bisnis dan peluang investasi di Indonesia, terutama di Provinsi Papua Tengah. Sesi yang dimoderatori oleh Prof Edward Buckingham (Monash Business School) menghadirkan tiga narasumber, yaitu: DR. Ribka Haluk, S.Sos, M.M (Penjabat Gubernur Papua Tengah); Shiraz Engineer (Kepala Asialink Business Academy); dan, Agus Abdul Majid (Staf Teknis Imigrasi Sydney).
Shiraz Engineer menyampaikan pandangan mengenai sejumlah sektor yang potensial bagi investasi Australia di Indonesia, antara lain: pendidikan dan critical mineral. Sementara itu, Agus Abdul Majid menjelaskan program Golden Visa Indonesia, yang antara lain bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
Direktur Interscale, perusahaan solusi teknologi informasi yang berbasis di Melbourne, Handy Kosasih dan salah satu peserta Forum Bisnis, menyebutkan bahwa "Peserta mengapresiasi topik kali ini yang relevan dengan sektor-sektor yang sedang menjadi prioritas. Acara kali ini juga menarik dan lebih banyak peminat, menciptakan suasana yang lebih interaktif antara para peserta dan nara sumber. Partisipasi aktif selama sesi dan kehadiran yang tetap tinggi hingga acara selesai, mencerminkan antusiasme yang kuat sepanjang kegiatan."
Dalam sambutan penutupnya, Kuncoro Waseso, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania menyampaikan “Forum bisnis ini adalah sarana untuk mencapai tujuan, alat untuk membantu kita mencapai kerja sama yang nyata dan konkret yang menguntungkan kedua negara dan masyarakat kita. Selain itu, salah satu esensi dari pembahasan hari ini adalah dalam bekerja sama, kedua belah pihak harus berkontribusi atau terlibat. Artinya, tidak hanya satu pihak yang bertanggung jawab atas suatu situasi; keduanya memiliki peran dalam mencapai hasil.”
Peluang industri digital Indonesia juga disampaikan oleh Marco Bardelli, khususnya di Nongsa Digital Park, dimana ekosistem di KEK ini meliputi ekonomi digital, pendidikan, industri kreatif, dan pariwisata.
Forum bisnis ditutup dengan sesi yang membahas iklim bisnis dan peluang investasi di Indonesia, terutama di Provinsi Papua Tengah. Sesi yang dimoderatori oleh Prof Edward Buckingham (Monash Business School) menghadirkan tiga narasumber, yaitu: DR. Ribka Haluk, S.Sos, M.M (Penjabat Gubernur Papua Tengah); Shiraz Engineer (Kepala Asialink Business Academy); dan, Agus Abdul Majid (Staf Teknis Imigrasi Sydney).
Shiraz Engineer menyampaikan pandangan mengenai sejumlah sektor yang potensial bagi investasi Australia di Indonesia, antara lain: pendidikan dan critical mineral. Sementara itu, Agus Abdul Majid menjelaskan program Golden Visa Indonesia, yang antara lain bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
Direktur Interscale, perusahaan solusi teknologi informasi yang berbasis di Melbourne, Handy Kosasih dan salah satu peserta Forum Bisnis, menyebutkan bahwa "Peserta mengapresiasi topik kali ini yang relevan dengan sektor-sektor yang sedang menjadi prioritas. Acara kali ini juga menarik dan lebih banyak peminat, menciptakan suasana yang lebih interaktif antara para peserta dan nara sumber. Partisipasi aktif selama sesi dan kehadiran yang tetap tinggi hingga acara selesai, mencerminkan antusiasme yang kuat sepanjang kegiatan."
Dalam sambutan penutupnya, Kuncoro Waseso, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania menyampaikan “Forum bisnis ini adalah sarana untuk mencapai tujuan, alat untuk membantu kita mencapai kerja sama yang nyata dan konkret yang menguntungkan kedua negara dan masyarakat kita. Selain itu, salah satu esensi dari pembahasan hari ini adalah dalam bekerja sama, kedua belah pihak harus berkontribusi atau terlibat. Artinya, tidak hanya satu pihak yang bertanggung jawab atas suatu situasi; keduanya memiliki peran dalam mencapai hasil.”
(akr)
Lihat Juga :