Dorong Kerja Sama Digital dan Private Funds, Indonesia Gelar Forum Bisnis Strategis di Melbourne
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Selama berlangsungnya forum bisnis, para peserta juga antusias mengunjungi B to B Matching Event yang diselenggarakan di tempat yang sama bersamaan dengan forum bisnis. B2B menghadirkan berbagai produk buatan Indonesia siap ekspor, seperti aneka produk makanan kemasan dari Mutigo Indonesia, Padussiana, Star Sorghum, juga aneka ragam aksesori dari sisik ikan oleh Universitas Pattimura yang telah berhasil menjadikan limbah sisik ikan menjadi karya indah yang dapat dipakai sehari-hari.
Forum bisnis ini merupakan bagian dari Festival Indonesia 2024, serangkaian kegiatan yang diselenggarakan bersama oleh KJRI Melbourne dan Festival Indonesia Inc., yang bertujuan untuk mempromosikan investasi, perdagangan, pariwisata, dan budaya Indonesia di Australia. Selain forum bisnis, Festival Indonesia akan menampilkan beberapa acara lainnya, yaitu Indonesian Night pada 4 Oktober, Festival Outdoor Indonesia pada 6 Oktober, dan FI Goes to School dari 7 hingga 11 Oktober.
Dua pembicara kunci membuka forum ini: Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Dr. Siswo Pramono, dan Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Dr. Riyatno, yang memberikan pandangan strategis mengenai kemitraan ekonomi kedua negara.
Duta Besar Dr Siswo Pramono menyampaikan “Tema kita hari ini adalah Building an Economic Powerhouse: Leveraging Mutual Strengths in Digital Technology and Private Fund Sectors. Tema ini mencerminkan semangat kolaborasi dan ambisi bersama antara Indonesia dan Australia untuk mencapai tujuan bersama, yaitu pembangunan ekonomi, perdamaian, dan kesejahteraan. Dengan bekerja sama, kita dapat membuka peluang yang sangat besar, mendorong inovasi, dan memastikan bahwa pertumbuhan kita berkelanjutan.”
Sementara itu Dr Riyatno menekankan, bahwa “Forum ini menjadi platform yang berharga bagi kita untuk berkolaborasi dan mengeksplorasi peluang baru untuk kemitraan. Semoga kesempatan ini dapat menjadi wadah untuk membangun jembatan pemahaman, menjalin hubungan kerja sama yang kuat, dan membuka potensi besar kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia.”
Sesi pertama yang dimoderatori oleh Peter McGregor (Ketua Grup Investasi, Keuangan, dan Infrastruktur Australia Indonesia Business Council/AIBC) membahas mengenai peluang investasi di Indonesia bagi private funds dan dan pensiun Australia serta menghadirkan pembicara: Stuart M Rees (Direktur, Southeast Asia Investment Deal Teams, Austrade); Steven Tirtawidjaja (Partner, Helios Capital Asia); dan, Haryo Yudho Sedewo (Direktur IIPC Sydney).
Sementara sesi kedua membahas potensi industri teknologi digital Indonesia, dengan fokus pada sektor kreatif dan peran teknologi digital dalam mendukung berbagai industri lainnya. Dimoderatori oleh Helen Brown (pendiri & Managing Director Bisnis Asia), sesi ini menghadirkan Anggia Meisesari (CEO TransTRACK); Prashil Singh (Direktur Kemitraan RMIT University); Marco Bardelli (Direktur Eksekutif Nongsa Digital Park & Infinite Studios); dan Luat Sihombing (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI; hadir secara daring).
Forum bisnis ini merupakan bagian dari Festival Indonesia 2024, serangkaian kegiatan yang diselenggarakan bersama oleh KJRI Melbourne dan Festival Indonesia Inc., yang bertujuan untuk mempromosikan investasi, perdagangan, pariwisata, dan budaya Indonesia di Australia. Selain forum bisnis, Festival Indonesia akan menampilkan beberapa acara lainnya, yaitu Indonesian Night pada 4 Oktober, Festival Outdoor Indonesia pada 6 Oktober, dan FI Goes to School dari 7 hingga 11 Oktober.
Dua pembicara kunci membuka forum ini: Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Dr. Siswo Pramono, dan Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Dr. Riyatno, yang memberikan pandangan strategis mengenai kemitraan ekonomi kedua negara.
Duta Besar Dr Siswo Pramono menyampaikan “Tema kita hari ini adalah Building an Economic Powerhouse: Leveraging Mutual Strengths in Digital Technology and Private Fund Sectors. Tema ini mencerminkan semangat kolaborasi dan ambisi bersama antara Indonesia dan Australia untuk mencapai tujuan bersama, yaitu pembangunan ekonomi, perdamaian, dan kesejahteraan. Dengan bekerja sama, kita dapat membuka peluang yang sangat besar, mendorong inovasi, dan memastikan bahwa pertumbuhan kita berkelanjutan.”
Sementara itu Dr Riyatno menekankan, bahwa “Forum ini menjadi platform yang berharga bagi kita untuk berkolaborasi dan mengeksplorasi peluang baru untuk kemitraan. Semoga kesempatan ini dapat menjadi wadah untuk membangun jembatan pemahaman, menjalin hubungan kerja sama yang kuat, dan membuka potensi besar kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia.”
Sesi pertama yang dimoderatori oleh Peter McGregor (Ketua Grup Investasi, Keuangan, dan Infrastruktur Australia Indonesia Business Council/AIBC) membahas mengenai peluang investasi di Indonesia bagi private funds dan dan pensiun Australia serta menghadirkan pembicara: Stuart M Rees (Direktur, Southeast Asia Investment Deal Teams, Austrade); Steven Tirtawidjaja (Partner, Helios Capital Asia); dan, Haryo Yudho Sedewo (Direktur IIPC Sydney).
Sementara sesi kedua membahas potensi industri teknologi digital Indonesia, dengan fokus pada sektor kreatif dan peran teknologi digital dalam mendukung berbagai industri lainnya. Dimoderatori oleh Helen Brown (pendiri & Managing Director Bisnis Asia), sesi ini menghadirkan Anggia Meisesari (CEO TransTRACK); Prashil Singh (Direktur Kemitraan RMIT University); Marco Bardelli (Direktur Eksekutif Nongsa Digital Park & Infinite Studios); dan Luat Sihombing (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI; hadir secara daring).
Lihat Juga :