Sucofindo Gelar SCIence Hackathon dan Festival Inovasi Bisnis
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Perang Timur Tengah Memanas, Kapal Serbu Amfibi AS Berlabuh di Siprus Yunani
"Secara keseluruhan, terdapat 53 tim dengan total sekitar 200 orang yang mendaftarkan diri dan terpilih menjadi 17 tim finalis di ajang kompetisi ini. Seluruh peserta terdiri atas pegawai Sucofindo, mahasiswa dari berbagai universitas, instansi, dan masyarakat umum," kata Zulfikar.
Salah satu finalis Science HackFest 2024 dari Telkom University, Vina Namira Andirna Andidi mengatakan bahwa dia dan timnya mengembangkan ide platform efisiensi proses perhitungan dan estimasi cadangan karbon di Indonesia. Platform tersebut adalah sistem yang dirancang untuk mendukung kegiatan perdagangan karbon di Indonesia, dengan tujuan mempermudah dan mempercepat proses pengukuran, perhitungan, serta estimasi cadangan karbon.
Platform ini nantinya akan membantu pemantauan, pelaporan, dan verifikasi (MRV) yang diperlukan dalam mekanisme perdagangan karbon. Dia berharap karyanya dapat menjadi karya nyata untuk diimplementasikan di berbagai industri perusahaan.
"Saya terdorong untuk melanjutkan proyek ini ke tahap yang lebih lanjut agar nantinya dapat diimplementasikan dan memberikan solusi nyata bagi pemerintah Indonesia," ucap Vina.
"Secara keseluruhan, terdapat 53 tim dengan total sekitar 200 orang yang mendaftarkan diri dan terpilih menjadi 17 tim finalis di ajang kompetisi ini. Seluruh peserta terdiri atas pegawai Sucofindo, mahasiswa dari berbagai universitas, instansi, dan masyarakat umum," kata Zulfikar.
Salah satu finalis Science HackFest 2024 dari Telkom University, Vina Namira Andirna Andidi mengatakan bahwa dia dan timnya mengembangkan ide platform efisiensi proses perhitungan dan estimasi cadangan karbon di Indonesia. Platform tersebut adalah sistem yang dirancang untuk mendukung kegiatan perdagangan karbon di Indonesia, dengan tujuan mempermudah dan mempercepat proses pengukuran, perhitungan, serta estimasi cadangan karbon.
Platform ini nantinya akan membantu pemantauan, pelaporan, dan verifikasi (MRV) yang diperlukan dalam mekanisme perdagangan karbon. Dia berharap karyanya dapat menjadi karya nyata untuk diimplementasikan di berbagai industri perusahaan.
"Saya terdorong untuk melanjutkan proyek ini ke tahap yang lebih lanjut agar nantinya dapat diimplementasikan dan memberikan solusi nyata bagi pemerintah Indonesia," ucap Vina.
(fjo)
Lihat Juga :