Reduksi CO2, Kilang Balongan Sulap 19,3 Ha Lahan Jadi Taman dan Kebun Mangga
Rabu, 09 Oktober 2024 - 13:03 WIB
loading...
Program Taman Kehati dan Mangoes Center yang diluncurkan KPI Unit Balongan turut membantu mereduksi karbon dioksida. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Untukmembantu mengurangi dampak negatif perubahan iklim, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan meluncurkan program Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Mangoes Center.Luas Ruang Terbuka Hijau Taman Kehati Bumi Patra ini sekitar 19,30 hektare (ha) dari total lahan kosong perumahan Pertamina Bumi Patra sekitar 26,56 ha.
Taman Kehati dan Mangoes Center sudah ditetapkan sebagai Taman Keanekaragaman Hayati berdasarkan SK Bupati Indramayu No 660.1/Kep.64.A.21-BLH/2016. Tercatat, sebanyak 1.072 pohon atau 55 pohon per hektare ditanam di lahan tersebut. Jenis pohon yang ditanam antara lain mangga (Mangifera indica L.),sebanyak 894 pohon, bintaro (Cerbera manghas L.) sebanyak 48 pohon, kepuh (Sterculia foetida L.) sebanyak 35 pohon dan angsana (Pterocarpus indicus Willd) sebanyak 26 pohon.
"Upaya ini dilakukan dengan menanam pohon untuk mereduksi karbon dioksida, gas yang berkontribusi terhadap efek rumah kaca. Pohon yang ditanam akan membantu menurunkan kadar CO2 yang ada di atmosfer,"ungkap Area Manager Communication, Relation, and CSR KPI Unit Balongan Mohamad Zulkifli melalui keterangan tertulis, Rabu (9/10/2024).
Baca Juga: Teknologi CCS Dinilai Mampu Kurangi Emisi Karbon
Zulkifli mengatakan, total kandungan karbon di lokasi taman ini sebesar 61.689,03 kg C. Rata-rata potensi biomassa dan karbon per hektare adalah 6.382,65 kg/ha atau 3.196,32 kg C/ha. "Potensi ini masih akan meningkat karena pada umumnya jenis pohon yang ada di RTH tersebut masih dalam pertumbuhan rata-rata umur 5 tahun dan banyak pohon yang baru ditanam umur kurang dari 1 tahun," imbuhnya.
Taman Kehati dan Mangoes Center sudah ditetapkan sebagai Taman Keanekaragaman Hayati berdasarkan SK Bupati Indramayu No 660.1/Kep.64.A.21-BLH/2016. Tercatat, sebanyak 1.072 pohon atau 55 pohon per hektare ditanam di lahan tersebut. Jenis pohon yang ditanam antara lain mangga (Mangifera indica L.),sebanyak 894 pohon, bintaro (Cerbera manghas L.) sebanyak 48 pohon, kepuh (Sterculia foetida L.) sebanyak 35 pohon dan angsana (Pterocarpus indicus Willd) sebanyak 26 pohon.
"Upaya ini dilakukan dengan menanam pohon untuk mereduksi karbon dioksida, gas yang berkontribusi terhadap efek rumah kaca. Pohon yang ditanam akan membantu menurunkan kadar CO2 yang ada di atmosfer,"ungkap Area Manager Communication, Relation, and CSR KPI Unit Balongan Mohamad Zulkifli melalui keterangan tertulis, Rabu (9/10/2024).
Baca Juga: Teknologi CCS Dinilai Mampu Kurangi Emisi Karbon
Zulkifli mengatakan, total kandungan karbon di lokasi taman ini sebesar 61.689,03 kg C. Rata-rata potensi biomassa dan karbon per hektare adalah 6.382,65 kg/ha atau 3.196,32 kg C/ha. "Potensi ini masih akan meningkat karena pada umumnya jenis pohon yang ada di RTH tersebut masih dalam pertumbuhan rata-rata umur 5 tahun dan banyak pohon yang baru ditanam umur kurang dari 1 tahun," imbuhnya.
Lihat Juga :