Indonesia Caplok 51% Saham Freeport, Jokowi Pamer Beli dengan Harga Murah
Jum'at, 11 Oktober 2024 - 19:04 WIB
loading...
Presiden Jokowi mengungkapkan rasa senangnya ketika pemerintah Indonesia menguasai saham PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan harga yang relatif murah.
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengutarakan rasa bangganya lantaran Indonesia berhasil mengakuisi PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan harga yang relatif murah. Saat ini kepemilikan pemerintah atas saham Freeport melalui Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan atau MIND ID berada di angka 51%.
"Artinya Freeport itu kepemilikannya bukan perusahaan Amerika lagi, tapi milik MIND ID. Dan ngambilnya dulu juga tidak gampang, tidak mudah, dari 9 persen melompat ke 51 persen (kepemilikan saham), gampang? Timnya kemarin ada 4, ada 3 menteri dan 1 wamen salah satunya Pak Budi Gunadi Sadikin," terangnya dalam CEO Forum 2024 yang dipantau secara virtual, Jumat (11/10/2024).
Baca Juga: Caplok Saham Vale 14%, MIND ID Pakai Duit Freeport
Bahkan ia menyebutkan, pemerintah Indonesia hanya mengeluarkan biaya USD3,9 miliar atau setara Rp60,5 triliun (Kurs Rp15,515 per USD) untuk akuisisi tersebut. Sehingga menurutnya, pengeluaran tersebut kini sudah tertutupi.
"Yang kita senang kita beli saat harganya murah seingat saya berapa? USD3,9 miliar, sekarang market value-nya berapa Pak Tony? USD24. 34 miliar? Naik terus USD34 coba. Artinya yang kita beli 3 tahun yang lalu, sekarang sudah lunas. Tahun ini lunas Pak Tony ya? Lunas," paparnya.
"Artinya Freeport itu kepemilikannya bukan perusahaan Amerika lagi, tapi milik MIND ID. Dan ngambilnya dulu juga tidak gampang, tidak mudah, dari 9 persen melompat ke 51 persen (kepemilikan saham), gampang? Timnya kemarin ada 4, ada 3 menteri dan 1 wamen salah satunya Pak Budi Gunadi Sadikin," terangnya dalam CEO Forum 2024 yang dipantau secara virtual, Jumat (11/10/2024).
Baca Juga: Caplok Saham Vale 14%, MIND ID Pakai Duit Freeport
Bahkan ia menyebutkan, pemerintah Indonesia hanya mengeluarkan biaya USD3,9 miliar atau setara Rp60,5 triliun (Kurs Rp15,515 per USD) untuk akuisisi tersebut. Sehingga menurutnya, pengeluaran tersebut kini sudah tertutupi.
"Yang kita senang kita beli saat harganya murah seingat saya berapa? USD3,9 miliar, sekarang market value-nya berapa Pak Tony? USD24. 34 miliar? Naik terus USD34 coba. Artinya yang kita beli 3 tahun yang lalu, sekarang sudah lunas. Tahun ini lunas Pak Tony ya? Lunas," paparnya.
Lihat Juga :