Iran dan Biaya Perang Melawan Israel, Minyak Bikin Ekonomi Teheran Bertahan
Selasa, 15 Oktober 2024 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
Analis dan pelaku pasar lainnya mengatakan, pasar belum sepenuhnya memperhitungkan risiko serangan terhadap fasilitas minyak Iran, atau gagasan bahwa Teheran mungkin mencoba memblokir Selat Hormuz – sesuatu yang diancam berkali-kali tanpa tidak benar-benar terjadi. Jalur di muara Teluk Persia itu menangani hampir 30% perdagangan minyak dunia.
Kepala ekonom di pemasok komoditas Trafigura Group, Saad Rahim mengatakan, bahwa tidak ada yang tahu seberapa jauh konflik ini bisa menyebar. "Apa reaksi dari Israel, apa reaksi balasan dari Iran, apakah pemain lain mulai terlibat?" tanyanya dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV.
Pada bulan Maret, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji mengatakan ekspor minyak telah "menghasilkan lebih dari USD35 miliar" pada tahun 2023. Financial Times mengutipnya, Ia mengatakan bahwa sementara musuh Iran ingin menghentikan ekspornya, "hari ini, kami dapat mengekspor minyak ke mana pun kami mau, dan dengan diskon minimal."
Dari Januari hingga Mei 2024, analis sektor energi Vortexa melaporkan peningkatan lebih lanjut, memperkirakan bahwa Iran rata-rata menjual 1,56 juta barel per hari.
"Peningkatan produksi minyak mentah, permintaan yang lebih tinggi dari China dan peningkatan bersih dalam ukuran armada gelapnya telah membantu memfasilitasi peningkatan ekspornya," tulis Vortexa dalam laporan Juni.
Istilah "armada gelap" atau "armada bayangan" mengacu pada kapal terselubung yang menyelundupkan minyak, sehingga menghindari sanksi. Menurut organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran yang berbasis di AS, armada bayangan Iran terdiri dari setidaknya 383 kapal tanker.
Menurut stasiun TV Iran International yang berbasis di London, pemerintah menjual minyaknya dengan diskon 20% dari harga pasar global, sebagai kompensasi atas risiko yang dihadapi pembeli karena sanksi.
Kepala ekonom di pemasok komoditas Trafigura Group, Saad Rahim mengatakan, bahwa tidak ada yang tahu seberapa jauh konflik ini bisa menyebar. "Apa reaksi dari Israel, apa reaksi balasan dari Iran, apakah pemain lain mulai terlibat?" tanyanya dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV.
Minyak Bikin Ekonomi Iran Tetap Bertahan
Ekspor minyak merupakan sumber pendapatan penting bagi Iran. Terlepas dari sanksi Amerika terhadap industri minyak negara itu, Iran terus menjual minyak ke luar negeri, terutama ke China.Pada bulan Maret, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji mengatakan ekspor minyak telah "menghasilkan lebih dari USD35 miliar" pada tahun 2023. Financial Times mengutipnya, Ia mengatakan bahwa sementara musuh Iran ingin menghentikan ekspornya, "hari ini, kami dapat mengekspor minyak ke mana pun kami mau, dan dengan diskon minimal."
Dari Januari hingga Mei 2024, analis sektor energi Vortexa melaporkan peningkatan lebih lanjut, memperkirakan bahwa Iran rata-rata menjual 1,56 juta barel per hari.
"Peningkatan produksi minyak mentah, permintaan yang lebih tinggi dari China dan peningkatan bersih dalam ukuran armada gelapnya telah membantu memfasilitasi peningkatan ekspornya," tulis Vortexa dalam laporan Juni.
Istilah "armada gelap" atau "armada bayangan" mengacu pada kapal terselubung yang menyelundupkan minyak, sehingga menghindari sanksi. Menurut organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran yang berbasis di AS, armada bayangan Iran terdiri dari setidaknya 383 kapal tanker.
Menurut stasiun TV Iran International yang berbasis di London, pemerintah menjual minyaknya dengan diskon 20% dari harga pasar global, sebagai kompensasi atas risiko yang dihadapi pembeli karena sanksi.
Lihat Juga :