Didera Kelaparan, Berapa Harga Bahan Makanan di Gaza?

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 16:10 WIB
loading...
Didera Kelaparan, Berapa...
Di seluruh Jalur Gaza, sedikitnya 2,15 juta orang atau 96% dari populasi menghadapi tingkat kekurangan pangan tinggi. FOTO/AP/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Selama lebih dari dua minggu, Israel telah memblokir hampir semua bantuan makanan untuk memasuki Gaza utara. Menurut perkiraan PBB hal itu menyebabkan sekitar 400.000 warga Palestina yang tinggal di sana menghadapi kelaparan.

Serangan Israel dan perintah evakuasi paksa telah menutup titik distribusi makanan, dapur, dan toko roti. Mengutip Al Jazeera, Jumat (18/10/2024), satu-satunya toko roti yang berfungsi di Gaza utara, yang didukung oleh Program Pangan Dunia (WFP), terbakar setelah Israel menyerangnya dengan amunisi.

Di seluruh Jalur Gaza, sedikitnya 2,15 juta orang, atau 96% dari populasi, menghadapi tingkat kekurangan pangan yang tinggi, dengan satu dari lima orang menghadapi kelaparan. Kebanyakan orang di Gaza tidak memiliki sarana untuk membeli barang-barang penting dan bergantung pada dapur amal dan distribusi bantuan untuk makanan dan kupon tunai.

Baca Juga: Menlu dan Menhan AS Desak Israel Perbaiki Situasi di Gaza dalam 30 Hari

Kebanyakan dari mereka kehilangan pekerjaan karena ekonomi runtuh akibat serangan Israel yang terus berlanjut. Semua uang tabungan dan barang yang mereka miliki untuk barter telah habis. Kalaupun masih memiliki sedikit uang, harga pangan di Gaza yang meroket hampir dipastikan tak terjangkau oleh kebanyakan warga. Harga barang-barang pokokmelonjakkarena ketersediaannya yang sangat menipis.

Berikut pantauan Al Jazeera mengenai harga sejumlah bahan makanan di Gaza: Harga tepung di Gaza Selatan berkisar USD150 atau sekitar Rp2,325 juta (kurs Rp15.500 per USD) untuk satu karung seberat 25 kg. Dan di Utara, harganya bahkan mencapai USD1.000 atau sekitar Rp15,5 juta per karung.

Kemudian, harga gula per kilogram (kg) mencapai USD60 atau sekitar Rp930.000 di Gaza Utara dan sebesar USD28 atau Rp434.000 di selatan. Sementara, harga selusin telur yang sebelum perang hanya USD3,50 atau sekira Rp54.250 sekarang dijual seharga USD32 atau nyaris Rp500 ribu di Gaza selatan, dan sekitar USD73 atau sekitar Rp1,13 juta di Gaza utara.

Baca Juga: 6 Alasan Kenapa Jaminan Kesehatan Mantan Menteri Harus Dibatalkan

Sedangkan susu bubuk non-dairy dijual di Gaza Utara seharga USD1 atau Rp15.500 per sendok, atau USD124 per kilogram. Begitu pun, susu formula bayi sebagian besar tidak tersedia di utara. Sedangkan di selatan, harganya mencapai USD15 (sekitar Rp232.500) per kaleng yang rata-rata beratnya sekitar 350 gram (12 ons).

Hasil pertanian segar, termasuk mentimun dan tomat, bahkan menjadi bahan makanan yang termahal setelah Israel menghancurkan sebagian besar lahan pertanian, sumur, dan rumah kaca di Gaza. Harga timun di Gaza Selatan mencapai USD8 per kg atau Rp124.000, dan USD150 atau sekitar Rp2,325 juta per kg di Gaza Utara. Sementara itu, harga tomat di Gaza Utara mencapai USD180 per kg atau sekitar Rp2,79 juta. Sedangkan di selatan, harga tomat sebesar USD12 atau sekira Rp186.000 per kg.

Sebagai pembanding, mengutip badanpangan.go.id, harga tepung terigu curah di Indonesia per hari ini adalah Rp10.160 per kg, harga gula konsumsi Rp17.950 per kg, dan harga telur ayam ras Rp28.540 per kg. Untuk harga sayuran, mengutip data dari infopangan.jakarta.id, harga tomat per hari ini hanya Rp11.535 per kg. Sementara harga timun dari berbagai sumber tercatat bervariasi, mulai dari Rp4.000 hingga di atas Rp10.000 per kg tergantung jenis dan lokasi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prediksi Suram IMF Soal...
Prediksi Suram IMF Soal Perang AS-Israel vs Iran: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan
Jaga Harga Usai Lebaran,...
Jaga Harga Usai Lebaran, 100 Ribu Bantuan Pangan Disalurkan
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu usai Lebaran 2026, Mendag Ungkap Biang Keroknya
H-2 Lebaran, Harga Bahan...
H-2 Lebaran, Harga Bahan Pangan Meroket: Cabai Rawit Merah Rp131.000 per Kg, Daging Rp168.650
Dirut Bulog Sidak Keliling...
Dirut Bulog Sidak Keliling di Semarang, Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Aman
Data BPS Ungkap Inflasi...
Data BPS Ungkap Inflasi Februari 2026 Sentuh 0,68 Persen, Ini Sebabnya
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Rekomendasi
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved