Strategi Mitigasi Risiko dan Klaim dalam Asuransi Pengangkutan
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi sulitnya mengajukan klaim asuransi pengangkutan laut, Budi menjelaskan empat temuan yang biasa didapati di lapangan, yaitu: 1. Tertanggung tidak membayar premi asuransi atau membayar premi tetapi terlambat, 2. Tertanggung terlambat melaporkan terjadinya klaim kepada penanggung, 3. Tertanggung tidak atau terlambat mengajukan klaim kepada pengangkut, dan 4. Tertanggung tidak dapat melengkapi dokumen klaim.
Kedua pakar yang hadir sepakat bahwa kemampuan strategi mitigasi risiko dan klaim harus dimiliki setiap pelaku bisnis pengangkutan. Hal ini karena pengangkutan laut masih menjadi tulang punggung distribusi barang orientasi ekspor atau perdagangan antar pulau di Indonesia, disamping biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan pengangkutan udara.
Baca Juga: Hadapi Kompetisi Industri Asuransi di 2024, Tokio Marine Dorong Kecepatan dan Digitalisasi
Selain membahas strategi manajemen risiko, TMI juga memperkenalkan inovasi digital terbarunya, aplikasi e-Cargo, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional bisnis. Aplikasi ini memungkinkan klien untuk mengelola kebutuhan asuransi secara mandiri, mulai dari penerbitan polis yang cepat hingga pemantauan laporan secara real-time melalui dashboard yang mudah diakses.
"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi klien kami melalui aplikasi yang user-friendly," tambah Cahyo.
Sebagai tindak lanjut dari acara ini, TMI akan menyediakan sesi konsultasi khusus dan peluang edukasi lanjutan bagi para peserta. Hal ini merupakan bagian dari komitmen TMI untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam solusi asuransi pengangkutan di Indonesia.
Kedua pakar yang hadir sepakat bahwa kemampuan strategi mitigasi risiko dan klaim harus dimiliki setiap pelaku bisnis pengangkutan. Hal ini karena pengangkutan laut masih menjadi tulang punggung distribusi barang orientasi ekspor atau perdagangan antar pulau di Indonesia, disamping biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan pengangkutan udara.
Baca Juga: Hadapi Kompetisi Industri Asuransi di 2024, Tokio Marine Dorong Kecepatan dan Digitalisasi
Selain membahas strategi manajemen risiko, TMI juga memperkenalkan inovasi digital terbarunya, aplikasi e-Cargo, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional bisnis. Aplikasi ini memungkinkan klien untuk mengelola kebutuhan asuransi secara mandiri, mulai dari penerbitan polis yang cepat hingga pemantauan laporan secara real-time melalui dashboard yang mudah diakses.
"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi klien kami melalui aplikasi yang user-friendly," tambah Cahyo.
Sebagai tindak lanjut dari acara ini, TMI akan menyediakan sesi konsultasi khusus dan peluang edukasi lanjutan bagi para peserta. Hal ini merupakan bagian dari komitmen TMI untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam solusi asuransi pengangkutan di Indonesia.
(akr)
Lihat Juga :