PEP Jambi-Lapas Perempuan Ajari Warga Binaan Membatik untuk Reintegrasi
Selasa, 29 Oktober 2024 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
Pertamina EP Jambi memulai program Reintegrasi Warga Binaan pada 2019, melalui pembentukan kelompok Batik Kejora di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi. Dalam program itu, warga binaan mendapat pelatihan mulai dari tahap dasar seperti membuat pola hingga keterampilan lebih lanjut seperti mencanting dan mewarnai kain. Alat dan bahan juga disediakan untuk mendukung proses pelatihan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi Ria Rachmawati mengatakan, pada awalnya proses belajar berjalan lambat. Namun, dengan ketekunan, warga binaan kini mampu menghasilkan batik tulis berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasaran.
Pada 2022, kata dia, Batik Lapas turut serta dalam acara fashion show bertajuk "Ekspresi Suara di Balik Jeruji," bekerja sama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jambi. Melalui acara yang dihadiri banyak tokoh nasional, termasuk Iriana Jokowi dan organisasi OASE Kabinet Indonesia Maju itu, permintaan batik hasil karya warga binaan meningkat signifikan dari berbagai institusi. "Popularitas batik karya warga binaan Lapas Perempuan Jambi pun kian meluas," ujar Ria.
Baca Juga: Kepala UNRWA Kecam Larangan Beroperasi di Israel
Batik karya warga binaan Lapas Perempuan Jambi tersebut kini memiliki 7 motif khas yang telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). "Ini menjadi bukti keunikan dan kualitas hasil karya mereka. Keberhasilan ini semakin meningkatkan popularitas Batik Lapas, dengan dukungan promosi melalui media sosial dan pameran," tuturnya.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi Ria Rachmawati mengatakan, pada awalnya proses belajar berjalan lambat. Namun, dengan ketekunan, warga binaan kini mampu menghasilkan batik tulis berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasaran.
Pada 2022, kata dia, Batik Lapas turut serta dalam acara fashion show bertajuk "Ekspresi Suara di Balik Jeruji," bekerja sama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jambi. Melalui acara yang dihadiri banyak tokoh nasional, termasuk Iriana Jokowi dan organisasi OASE Kabinet Indonesia Maju itu, permintaan batik hasil karya warga binaan meningkat signifikan dari berbagai institusi. "Popularitas batik karya warga binaan Lapas Perempuan Jambi pun kian meluas," ujar Ria.
Baca Juga: Kepala UNRWA Kecam Larangan Beroperasi di Israel
Batik karya warga binaan Lapas Perempuan Jambi tersebut kini memiliki 7 motif khas yang telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). "Ini menjadi bukti keunikan dan kualitas hasil karya mereka. Keberhasilan ini semakin meningkatkan popularitas Batik Lapas, dengan dukungan promosi melalui media sosial dan pameran," tuturnya.
Lihat Juga :