Edukasi Penggunaan Kayu Berkelanjutan di Bangunan Residensial
Rabu, 30 Oktober 2024 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
"Kemampuan menyerap dan menyimpan karbon pada pohon muda, sebagai sumber utama kayu, lebih tinggi dibandingkan dengan pohon yang berusia sangat tua," papar Lina Karlinasari.
Penggunaan kayu secara umum memberikan kesan hangat dan estetik pada kontruksi bangunan. Namun yang harus diperhatikan dari penggunaan kayu adalah sifatnya yang sangat dipengaruhi oleh perubahan kadar air, arah orientasi serat, dan keberadaan cacat kayu.
Untuk itu kegiatan pemilihan jenis dan pemilahan kayu sangat perlu dilakukan merujuk pada kebutuhan seperti yang dipersyaratkan pada SNI untuk Spesifikasi Desain untuk Kontruksi Kayu. Selain itu teknologi peningkatan mutu kayu baik secara kimia maupun fisis menjadi alternatif untuk memperoleh kayu dengan kualitas yang diinginkan.
Kayu, salah satu materi bahan bangunan yang ramah lingkungan, selain memiliki emisi karbon yang rendah, pengolahannya hemat energi, kayu pun dapat menyimpan karbon dalam waktu yang lama. Dengan teknologi dan desain yang sesuai, kayu dapat menjadi materi bangunan yang tidak saja ramah lingkungan namun kuat, tahan lama, dan ekonomis, terang Lina.
Baca Juga: Sport City Hunian Sehat Berkelanjutan Jadi Lirikan Masyarakat di Era Baru
CEO IRCOMM Norton Capital, Isra Ruddin menambahkan "Sangat senang rasanya kami dapat mengajak banyak pihak lintas industri untuk berkolaborasi dalam kegiatan edukasi yang di khususkan bagi para arsitek di Indonesia, semoga dengan adanya kegiatan webinar yang diinisiasi dan diprakarsai oleh IAI Jakarta dan mitra ini dapat memberikan dampak yang positif bagi industri terkait dan kami ucapkan terima kasih kepada CAS atas kesediaannya untuk berpartisipasi sebagai salah satu narasumber pada kegiatan ini,".
Penggunaan kayu secara umum memberikan kesan hangat dan estetik pada kontruksi bangunan. Namun yang harus diperhatikan dari penggunaan kayu adalah sifatnya yang sangat dipengaruhi oleh perubahan kadar air, arah orientasi serat, dan keberadaan cacat kayu.
Untuk itu kegiatan pemilihan jenis dan pemilahan kayu sangat perlu dilakukan merujuk pada kebutuhan seperti yang dipersyaratkan pada SNI untuk Spesifikasi Desain untuk Kontruksi Kayu. Selain itu teknologi peningkatan mutu kayu baik secara kimia maupun fisis menjadi alternatif untuk memperoleh kayu dengan kualitas yang diinginkan.
Kayu, salah satu materi bahan bangunan yang ramah lingkungan, selain memiliki emisi karbon yang rendah, pengolahannya hemat energi, kayu pun dapat menyimpan karbon dalam waktu yang lama. Dengan teknologi dan desain yang sesuai, kayu dapat menjadi materi bangunan yang tidak saja ramah lingkungan namun kuat, tahan lama, dan ekonomis, terang Lina.
Baca Juga: Sport City Hunian Sehat Berkelanjutan Jadi Lirikan Masyarakat di Era Baru
CEO IRCOMM Norton Capital, Isra Ruddin menambahkan "Sangat senang rasanya kami dapat mengajak banyak pihak lintas industri untuk berkolaborasi dalam kegiatan edukasi yang di khususkan bagi para arsitek di Indonesia, semoga dengan adanya kegiatan webinar yang diinisiasi dan diprakarsai oleh IAI Jakarta dan mitra ini dapat memberikan dampak yang positif bagi industri terkait dan kami ucapkan terima kasih kepada CAS atas kesediaannya untuk berpartisipasi sebagai salah satu narasumber pada kegiatan ini,".
(akr)
Lihat Juga :