Masih Ragu Trading Bitcoin? Ini Dia Kelebihan dan Risiko yang Perlu Kamu Ketahui
Sabtu, 02 November 2024 - 17:41 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya, kamu bisa langsung menggunakan Bitcoin yang kamu miliki, sebagai alat pembayaraan di dunia digital untuk membeli produk atau jasa yang kamu inginkan di negara-negara lain. Sebagai informasi, banyak perusahaan dan bisnis yang sudah menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Salah satunya adalah Microsoft yang telah menerima pembayaran dengan Bitcoin untuk produk digital di Windows dan Xbox (seperti game, dan aplikasi), sejak tahun 2014. Ketahui juga perusahaan, bisnis, dan industri yang mulai mengadopsi Bitcoin di berita crypto terkini.
♦ Tahan Inflasi
Inilah salah satu hal yang juga membuat banyak orang tertarik untuk membeli Bitcoin. Seperti yang kita ketahui, mata uang fiat seperti USD, Euro, atau IDR bisa mengalami inflasi atau penurunan nilai uang seiring dengan berjalannya waktu. Sebaliknya, nilai Bitcoin tidak berkurang, bahkan cenderung meningkat dalam jangka waktu panjang, tidak seperti mata uang fiat.
Selain itu, jumlah Bitcoin yang terbatas juga membuatnya lebih tahan terhadap terjadinya inflasi. Hanya ada 21 juta Bitcoin yang akan tersedia di dunia, dan hingga kini belum sepenuhnya telah tersedia. Tentunya, Bitcoin berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak dengan jumlah tidak terbatas.
Seluruh alasan ini membuat beberapa pihak memandang Bitcoin ini sifatnya mirip dengan “emas digital”.
♦ Transparan dan Terkontrol
Bitcoin memiliki sistem transaksi terdesentralisasi, berbeda dengan mata uang fiat yang memiliki otoritas atau pengelola tertentu, seperti bank, yang mampu mengendalikannya. Makanya, transaksi Bitcoin bisa bebas dilakukan tanpa adanya perantara. Kamu bisa membeli dan menjual Bitcoin dari satu orang ke orang lainnya, kapanpun dan di manapun, dengan lingkup seluruh dunia.
Meskipun begitu, transaksi Bitcoin juga tetap aman, lho, sebab dilakukan dengan teknologi canggih bernama blockchain yang dilengkapi dengan kunci pelindung yang disebut hash. Jika diibaratkan, blockchain adalah buku besar digital yang tersebar di banyak jaringan, yang mampu menyimpan seluruh transaksi Bitcoin dengan aman,
serta dapat diakses oleh siapapun.
Identitas pengguna Bitcoin tetap terlindungi, ya, meskipun transaksinya bisa dilihat oleh seluruh pengguna. Jadi, bisa disimpulkan transaksi Bitcoin memiliki transparansi yang tinggi dan sistem yang sangat aman, sehingga dapat mengurangi risiko adanya manipulasi atau kecurangan.
Risiko Trading Bitcoin
Memang, keuntungan, keamanan, serta kemudahan dalam melakukan trading Bitcoin sungguh menggugah selera para trader pemula. Namun, sebelum melakukan investasi apapun, termasuk Bitcoin, kamu perlu memahami dengan baik apa saja risiko yang bisa terjadi, serta sesuaikan dengan tujuan dan kondisi finansialmu. Simak selengkapnya!
♦ Nilainya Fluktuatif
Mata uang kripto seperti Bitcoin memiliki tingkat fluktuasi harga yang tinggi, sehingga kamu bisa saja mengalami kerugian besar dalam sekejap saat kamu baru membelinya, karena harganya langsung turun drastis. Tentunya, kesiapan mental jadi sangat penting kamu miliki, sebelum mulai berinvestasi dengan Bitcoin atau aset kripto lainnya.
♦ Tahan Inflasi
Inilah salah satu hal yang juga membuat banyak orang tertarik untuk membeli Bitcoin. Seperti yang kita ketahui, mata uang fiat seperti USD, Euro, atau IDR bisa mengalami inflasi atau penurunan nilai uang seiring dengan berjalannya waktu. Sebaliknya, nilai Bitcoin tidak berkurang, bahkan cenderung meningkat dalam jangka waktu panjang, tidak seperti mata uang fiat.
Selain itu, jumlah Bitcoin yang terbatas juga membuatnya lebih tahan terhadap terjadinya inflasi. Hanya ada 21 juta Bitcoin yang akan tersedia di dunia, dan hingga kini belum sepenuhnya telah tersedia. Tentunya, Bitcoin berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak dengan jumlah tidak terbatas.
Seluruh alasan ini membuat beberapa pihak memandang Bitcoin ini sifatnya mirip dengan “emas digital”.
♦ Transparan dan Terkontrol
Bitcoin memiliki sistem transaksi terdesentralisasi, berbeda dengan mata uang fiat yang memiliki otoritas atau pengelola tertentu, seperti bank, yang mampu mengendalikannya. Makanya, transaksi Bitcoin bisa bebas dilakukan tanpa adanya perantara. Kamu bisa membeli dan menjual Bitcoin dari satu orang ke orang lainnya, kapanpun dan di manapun, dengan lingkup seluruh dunia.
Meskipun begitu, transaksi Bitcoin juga tetap aman, lho, sebab dilakukan dengan teknologi canggih bernama blockchain yang dilengkapi dengan kunci pelindung yang disebut hash. Jika diibaratkan, blockchain adalah buku besar digital yang tersebar di banyak jaringan, yang mampu menyimpan seluruh transaksi Bitcoin dengan aman,
serta dapat diakses oleh siapapun.
Identitas pengguna Bitcoin tetap terlindungi, ya, meskipun transaksinya bisa dilihat oleh seluruh pengguna. Jadi, bisa disimpulkan transaksi Bitcoin memiliki transparansi yang tinggi dan sistem yang sangat aman, sehingga dapat mengurangi risiko adanya manipulasi atau kecurangan.
Risiko Trading Bitcoin
Memang, keuntungan, keamanan, serta kemudahan dalam melakukan trading Bitcoin sungguh menggugah selera para trader pemula. Namun, sebelum melakukan investasi apapun, termasuk Bitcoin, kamu perlu memahami dengan baik apa saja risiko yang bisa terjadi, serta sesuaikan dengan tujuan dan kondisi finansialmu. Simak selengkapnya!
♦ Nilainya Fluktuatif
Mata uang kripto seperti Bitcoin memiliki tingkat fluktuasi harga yang tinggi, sehingga kamu bisa saja mengalami kerugian besar dalam sekejap saat kamu baru membelinya, karena harganya langsung turun drastis. Tentunya, kesiapan mental jadi sangat penting kamu miliki, sebelum mulai berinvestasi dengan Bitcoin atau aset kripto lainnya.
Lihat Juga :