Trump Menang Pilpres AS 2024, Apa Artinya bagi Ekonomi Dunia?

Kamis, 07 November 2024 - 07:20 WIB
loading...
A A A
Nikkei Jepang dan S&P/ASX 200 Australia naik. Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong turun. Saham-saham di China daratan tidak banyak bergerak dan pasar Eropa sejauh ini tidak banyak bergerak.

Pasar AS menyambut kemenangan Trump dengan optimisme dan kegelisahan. Indeks S&P 500 melonjak 2,4%, Dow Jones Industrial Average melonjak 3,4%, dan Nasdaq Composite melonjak 2,7%, Ketiga indeks tersebut mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu, sementara indeks MSCI untuk saham-saham dunia naik 1,3%.

Tidak ada kenaikan yang terlihat di pasar obligasi karena obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terjual habis, dengan imbal hasil yang melonjak ke arah 4,5% di tengah antisipasi bahwa pembengkakan defisit di bawah pemerintahan Trump akan memaksa pemerintah untuk membayar pinjaman.

3. Bitcoin Capai Titik Tertinggi Sepanjang Masa

Trump telah berjanji untuk menjadikan Amerika sebagai "ibu kota kripto planet ini" dengan menghentikan regulasi dan lebih terbuka terhadap inovasi. Dukungannya terhadap mata uang kripto telah memberikan harapan bagi industri ini di AS. Bitcoin, mata uang kripto yang paling populer, mencapai rekor lebih dari USD75.000 atau Rp1,2 miliar pada Rabu (6/11/2024).

Banyak pendukung mata uang kripto seperti Elon Musk ingin melihat dia terpilih. Beberapa individu dan perusahaan kripto telah menyumbangkan jutaan dolar kepada Super PAC untuk mendukung kandidat pilihan mereka.

4. Dominasi Dolar AS

Saat harga bitcoin meledak, sejumlah mata uang lain tidak begitu baik bagi dolar Amerika, Uni Eropa dan negara-negara seperti China, Jepang, dan Meksiko sangat mengkhawatirkan tarif. Pada hari Rabu, banyak mata uang mereka kehilangan nilai terhadap dolar AS yang melonjak.

Peso Meksiko mengalami penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir karena mata uang ini sangat rentan terhadap tarif baru AS, karena Meksiko merupakan mitra dagang terbesar negara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Rekomendasi
TASPEN Salurkan Santunan...
TASPEN Salurkan Santunan JKK dan JKM Rp1,08 Miliar untuk Dua Keluarga ASN di Kepri
KPK Duga Rumah Jampidsus...
KPK Duga Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Atas Nama Orang Lain
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved