Memblejeti Investasi China Rp534,5 Triliun di Indonesia, Ini Rincian dan Sebarannya

Selasa, 12 November 2024 - 17:32 WIB
loading...
Memblejeti Investasi...
China telah menanamkan investasi USD34,19 miliar atau setara Rp534,5 triliun ke Indonesia untuk mengukuhkan sebagai investor kedua terbesar di Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - China sepanjang periode 2019-September 2024 telah menanamkan investasi USD34,19 miliar atau setara Rp534,5 triliun (kurs Rp15.634 per USD) ke Indonesia. Saat ini China mengukuhkan sebagai investor kedua terbesar di Indonesia.

Tren investasi China pada sepanjang tahun 2024 ini cenderung menurun bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan pada kuartal IV 2023, China sempat menggeser Singapura di urutan pertama sebagai negara dengan investasi terbesar di Indonesia.

Baca Juga: China Investasi Jumbo Rp156 Triliun ke Indonesia, Bidang Apa Saja?

Pada tahun ini dari Januari hingga September 2024, China telah menanamkan duit sebesar USD5,78 miliar. Kucuran investasi Negeri Tirai Bambu -julukan China- di Tanah Air cenderung naik turun, dimana pada 2019 sempat mencapai USD4,75 miliar, lalu USD4,84 miliar (2020), USD3,16 miliar (2021), USD8,23 miliar (2022), dan pada tahun 2023 mencapai USD7,44 miliar.

Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi China di Indonesia pada periode 2019-September 2024 terlihat beragam pada beberapa sektor. Rinciannya industri logam dasar menjadi sektor yang paling dilirik investor China dengan nilai investasi USD14,39 miliar atau setara 42%.

Pada posisi kedua ditempati oleh transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai investasi USD7,99 miliar yang setara 23%, Industri Kimia dan Farmasi USD3,19 miliar (9%), Listrik,Gas,Air USD2,70 miliar (8%), Kawasan Industri, Perumahan, dan Perkantoran mencapai 6% dengan nilai USD2,21 miliar.

Selanjutnya investasi China pada Industri pengolahan mineral non-metal tercatat masuk sebesar USD786 juta yang setara 2%, perdagangan dan reparasi USD390 juta (1%), industri tekstil sebesar USD351 juta. Sedangkan mesin, elektronik, peralatan medis, industri presisi sebesar USD377 juta, dan pertambangan tembus USD296 juta.

Sedangkan untuk sebaran investasi China di Indonesia terpantau merata, dengan terbesar dipegang oleh Sulawesi Tengah yang menampung USD12,54 miliar atau setara 37%, selanjutnya diikuti oleh Jawa Barat mencapai 21% yakni USD7,19 miliar.

Secara berurutan ditempati oleh Maluku Utara mencapai USD5,18 miliar (15%), Jakarta USD1,67 miliar (5%), Banten USD1,34 miliar (4%), Sumatera Selatan USD994 juta (3%), Sulawesi Tenggara USD884 juta (3%), Kalimantan Barat USD547 juta (1%), dan Kalimantan Timur USD845 juta (2%).

Di sisi lain terkait dengan forum bisnis yang mempertemukan para pengusaha China dengan Presiden RI Prabowo Subianto, menurut Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan jika forum bisnis ini menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia dan RRT untuk semakin mempererat hubungan kerja sama, khususnya di bidang investasi.

Baca Juga: 10 Tahun Kerja Sama Ekonomi RI-China dalam Konteks Belt and Road Initiative

Para pengusaha yang hadir dapat menggali lebih dalam peluang-peluang investasi antar kedua negara. "Kunjungan kenegaraan kali ini menjadi momen penting bagi kedua negara untuk menggali potensi kerja sama khususnya di sektor investasi berkelanjutan dan hilirisasi," kata Rosan dalam keterangan resmi, Selasa (12/11/2024).

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Rekomendasi
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Berita Terkini
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved