Bebas dari Pengaruh Barat, Dedolarisasi Bakal Membantu Pembangunan Afrika

Rabu, 13 November 2024 - 08:24 WIB
loading...
Bebas dari Pengaruh...
Menjauh dari ketergantungan pada dolar AS diyakini bisa mengubah masa depan ekonomi Afrika. Foto/Dok
A A A
GHANA - Menjauh dari ketergantungan pada dolar AS (Amerika Serikat) diyakini bisa mengubah masa depan ekonomi Afrika. Hal ini disampaikan oleh Mashood Jacob Ajene selaku analis di Pusat Penelitian Afrika-Rusia di Ghana, seperti dilansir RT.

Berbicara di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Forum Kemitraan Rusia-Afrika, Ajene menyatakan, bahwa dengan lebih dari 1,2 miliar orang, Afrika dapat memperkuat posisinya dengan mengadopsi mata uang tunggal. Melihat perkembangan dunia multipolar yang dipimpin oleh Rusia dan China, menjadi peluang bagi Afrika untuk meningkatkan ketahanan ekonominya.

Baca Juga: Sanksi Barat Mempersiapkan Sendiri Hukuman Mati buat Dolar AS

"AS sangat kuat karena dolar , dan dolar hanyalah kertas," kata Ajene, menunjukkan bahwa ketergantungan Afrika pada dolar membatasi potensinya.

Sambung Ajene juga menyoroti dampak potensial kepemimpinan AS pada konflik global, merujuk pada janji Presiden terpilih AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina dalam waktu 24 jam jika terpilih kembali. Hal ini menurut Ajene, menekankan peran Barat dalam meningkatnya ketegangan.

"Orang-orang ingin perang berakhir, dan mereka tahu bahwa Donald Trump akan menghentikan perang," kata Ajene, sembari menekankan bahwa pergeseran kebijakan luar negeri AS dapat mengubah dinamika konflik saat ini.

Berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan RT, Wakil Menteri Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan Thandi Moraka mendesak negara-negara Afrika dan Global South yang lebih luas untuk menegaskan kemandirian yang lebih besar dalam strategi pembangunan mereka, dalam artian bebas dari pengaruh Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Tangis Nanik S Deyang...
Tangis Nanik S Deyang Pecah setelah Dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Infografis
Arkeolog Temukan Wajah...
Arkeolog Temukan Wajah Asli Pribumi Eropa Barat dari dalam Gua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved