Utang AS Rp565.459 Triliun, Bankir Wanti-wanti Bakal Meledak di Bawah Komando Trump

Jum'at, 15 November 2024 - 07:21 WIB
loading...
A A A
Utang pemerintah AS secara tradisional dipandang sebagai tempat berlindung yang aman bagi investor global, yang sering memindahkan uang ke obligasi pada saat krisis global.Kondisi ini dan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia, memberi pemerintah Amerika lebih banyak kapasitas daripada negara lain untuk meminjam dengan banyak.

Namun, IIF memproyeksikan bahwa rencana Trump dapat memperluas kapasitas pinjaman yang tidak biasa ini. "Imbal hasil yang lebih tinggi menunjukkan bahwa ketika investor melihat potensi pertumbuhan langsung, mereka semakin waspada terhadap tekanan inflasi dan masalah keberlanjutan fiskal yang dapat muncul di bawah kebijakan fiskal yang agresif," katanya.

"Kombinasi stimulus fiskal, kenaikan tarif, dan kebijakan imigrasi yang lebih ketat diperkirakan akan mendorong tekanan inflasi, yang dapat membatasi kemampuan Fed untuk mempertahankan sikap akomodatif," bebernya.

Baca Juga: Utang Membengkak, Bank Sentral AS Tekor Lebih USD1 Triliun

IIF menunjukkan bahwa pertanian, konstruksi dan perawatan kesehatan di AS "sangat bergantung pada pekerja imigran" dan tindakan keras terhadap kelompok ini di bawah Trump dapat "memberikan tekanan tambahan pada harga".

Biaya pinjaman di Inggris, dan sebagian besar dunia lainnya, biasanya memantau apa yang terjadi di AS, yang berarti bahwa kenaikan di Negeri Paman Sam -julukan AS- bisa juga memicu kenaikan suku bunga di negara lain juga.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Rekomendasi
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Berita Terkini
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved